Perkuat Koperasi Merah Putih, Tim PkM PKN STAN Dampingi KDKMP Karang Tengah dalam Tata Kelola Keuangan dan Kemitraan UMKM
Sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) PKN STAN yang diketuai oleh Soffan Marsus dengan anggota Erny Arianty dan Emik Suyani melaksanakan edukasi dan pendampingan bagi pengurus KDKMP Karang Tengah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola koperasi sekaligus menggali potensi usaha dan kemitraan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Karang Tengah.
Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai rencana usaha dan kendala yang dihadapi pengurus. KDKMP Karang Tengah saat ini belum beroperasi secara normal karena masih menentukan lokasi usaha, sekaligus mengidentifikasi UMKM yang berpotensi menjadi mitra. Tim PkM kemudian memberikan edukasi mengenai pentingnya pencatatan transaksi sejak koperasi mulai beraktivitas. Setiap penerimaan dan pengeluaran, termasuk simpanan anggota serta dukungan dana pemerintah, perlu dicatat secara tertib sebagai dasar penyusunan laporan keuangan dan bentuk akuntabilitas pengelolaan dana.
Pengurus KDKMP menyampaikan rencana usaha jual beli gas dan air minum dalam kemasan galon yang dinilai memiliki potensi karena merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk mendukung rencana tersebut, Tim PkM memperkenalkan sistem pencatatan sederhana menggunakan buku kas yang mencatat arus kas masuk dan keluar serta direkap secara berkala. Pengurus juga diperkenalkan pada laporan keuangan sederhana, termasuk laporan laba rugi. Sebagai langkah menuju digitalisasi, Tim PkM memperkenalkan penggunaan Microsoft Excel untuk pencatatan data koperasi, transaksi, dan penyusunan laporan keuangan.
Selain edukasi akuntansi, Tim PkM melakukan observasi dan komunikasi dengan pelaku UMKM pada 24 Juli 2026 dalam kegiatan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang. Dalam diskusi dengan Ibu Maria Utami selaku koordinator pelaku UMKM Karang Tengah, diketahui bahwa komunitas UMKM telah memiliki grup WhatsApp yang digunakan untuk berbagi informasi bazar, festival, dan kegiatan pemasaran. Kanal tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk memperluas sosialisasi KDKMP kepada pelaku UMKM.
Sebagian pelaku UMKM telah mengetahui program KDKMP dari sosialisasi sebelumnya, tetapi belum memahami secara spesifik KDKMP Karang Tengah, termasuk struktur organisasi, program kerja, dan rencana usahanya. Meski demikian, peluang kemitraan mendapat respons positif. Pelaku UMKM melihat potensi koperasi dalam membantu pemasaran produk, menyediakan bahan baku, dan membuka akses pembiayaan. Komunikasi antara pengurus KDKMP dan komunitas UMKM masih perlu diperkuat agar peluang tersebut dapat diwujudkan.
Hasil observasi juga menunjukkan potensi pengembangan usaha seperti laundry, car wash, dan kuliner, serta peluang kemitraan dalam pemasaran produk, penyediaan bahan baku, dan akses modal. Ke depan, penguatan tata kelola keuangan yang disertai komunikasi dan penjajakan kemitraan berkelanjutan diharapkan dapat mendukung KDKMP Karang Tengah menjadi koperasi yang transparan, akuntabel, dan mandiri.
Melalui kegiatan ini, PKN STAN turut mengambil peran dalam mendukung penguatan kapasitas KDKMP melalui penerapan pengetahuan dan kompetensi di bidang akuntansi, keuangan, dan tata kelola. Pendampingan oleh Soffan Marsus, Erny Arianty, dan Emik Suyani menjadi wujud kontribusi PKN STAN dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Koperasi Merah Putih yang profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.