Skip to main content

Literasi Keuangan Menuju Pengembangan Kewirausahaan Desa dan Perdesaan: Pengabdian Masyarakat Kobalorasi PKN STAN, Kementerian Desa PDTT, dan DPMD Kebupaten Serang

Jakarta, 25 Oktober 2023. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) berkolaborasi dengan PKN STAN dan Dinas PMD Kab Serang menggelar kegiatan dengan tajuk "Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan Desa dan Perdesaan, Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi tahun 2023" di Jakarta. Acara ini diharapkan dapat memberikan dorongan yang kuat bagi pengembangan kewirausahaan di desa dan perdesaan, meningkatkan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan dalam upaya optimalisasi pengelolaan potensi unggulan di desa dan perdesaan berbasis sumberdaya lokal dan mengurangi kecenderungan urbanisasi. 

Salah satu kegiatan kolaborasi ini adalah pelatihan peningkatan kapasitas UMKM melalui literasi keuangan yang diikuti oleh 21 Wirausaha Desa mitra/ debitur BUM Desma LKD di lingkungan Kabupaten Serang (Ciruas, Bojonegara, Jawilan, Mancak, Cikeusal, Petir, Padarincang, Pabuaran, Cinangka, Ciomas, dan Waringinkurung). Harapanya, dengan literasi keuangan usaha dan literasi keuangan keluarga yang mapan maka pelaku usaha desa diharapkan akan memiliki kemampuan managerial keuangan yang selanjutnya akan bisa meningkatkan kinerja dan usaha ujungnya bisa mengembalikan dan mengembangkan pinjaman dari BUM Desma LKD.
Pelatihan peningkatan kapasitas UMKM melalui literasi keuangan juga dilakukan dalam acara ini. Dalam pelatihan ini, peserta menggunakan pendekatan literasi keuangan yang diberi nama "GoDisKo," yang dinilai seru dan membuat peserta tetap bersemangat. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Imadul Majdi, S.IP, M.Si, juga ikut mempraktikkan konsep pengelolaan keuangan "GoDisKo" dan ingin melanjutkan kegiatan ini untuk UMKM di lingkungan Kabupaten Serang. 

Konsep pelatihan ini diambil dari analisis observasi dan wawancara sebelum pelatihan. Sebelum kegiatan pelatihan literasi keuangan, tim melakukan observasi dan wawancara kepada calon peserta pelatihan. Hasil analisis yang dilakukan, didapatkan fakta bahwa rata-rata mitra/ debitur BUMDesma LKD di Kabupaten Serang ini belum melakukan pengelolaan keuangan keuangan. Sehingga mereka bingung membedakan antara uang usaha dan uang keluarga. Dari sisi pengelolaan keuangan usaha, mereka rata-rata belum mengatahui bagaimana pengelola keuangan usaha sehingga usahanya berkembang. Dari sisi pengelolaan keuangan keluarga, mereka masih banyak yang menggunakan uang usaha untuk kebutuhan keluarga dan sebagian besar belum mempunyai literasi tentang dana cadangan atau dana darurat.

Kegiatan pelatihan literasi keuangan ini bukanlah kegiatan puncak. Setelah pelatihan ini, tim pengabdi akan meneruskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan metode pendampingan. Pendampingan ini dirasa perlu untuk mengawal komitmen bersama untuk mencapai tujuan program yaitu  mendorong pengembangan kewirausahaan di desa dan perdesaan yang akhirnya mampu mengurangi fenomena urbanisasi. 
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tiga pengabdi, yaitu Maman Suhendra, Ambang Aries Yudanto, dan Taufik Raharjo