Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan bagi BUM Desa di Kabupaten Gresik
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) adalah badan usaha yang dimiliki oleh desa dan masyarakat dengan sebagian besar kepemilikan oleh desa. Pendirian BUM Desa dimaksudkan untuk menjalankan usaha dengan mengacu pada potensi desa. BUM Desa sebagai badan usaha tidak hanya diharapkan untuk memperoleh laba namun juga dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di desa termasuk memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat desa. Untuk itu pengelolaan BUM Desa harus dilakukan secara efektif, efesisen, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan keuangan BUM Desa. Dalam rangka transparansi dan akuntabilitas maka BUM Desa dituntut untuk dapat menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk pengelolaan dan pertangungjawaban keuangan.
Kompetensi penyusunan laporan keuangan harus dimiliki oleh para pengelola BUM Desa, termasuk pengelola BUM Desa di Kabupaten Gresik. Sebagai upaya peningkatan kompetensi pengelola dalam Penyusunan laporan keuangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Politeknik Keuangan Negara STAN menyelenggarakan kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan BUM Desa yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan mengacu pada pedoman penyusunan laporan keuangan yang diatur dalam Keputusan Menteri Desa dan PDTT No. 136 tahun 2022. Pada kesempatan tersebut Politeknik Keuangan Negara STAN menerjunkan tim pengabdian masyarakat yang beranggotakan para dosen dari PKN STAN yang terdiri dari Akhmad Priharjanto sebagai ketua, Andy Prasetiawan Hamzah, dan Marmah Hadi sebagai anggota.
Pendampingan Penyusunan laporan keuangan dilaksanakan secara intensif kurang lebih selama 6 (enam) bulan dari bulan Maret s.d. Agustus 2023. Pendampingan ini dilaksanakan cukup lama dengan maksud agar BUM Desa dapat menyusun laporan keuangan semester 1 tahun 2023. Tahapan pendampingan penyusunan laporan keuangan dimulai dengan pelatihan dasar-dasar akuntansi dan penyusunan laporan keuangan BUM Desa kepada para pengelola secara offline dan dilanjutkan dengan simulasi penyusunan laporan keuangan secara online. Pelatihan offline dilakukan di DPMD Kabupaten Gresik dan simulasi penyusunan laporan keuangan dilakukan secara online dengan menggunakan media online seperti zoom dan whatsapp. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan digunakan aplikasi penyusunan laporan keuangan dengan basis excel yang dikembangkan oleh Politeknik Keuangan Negara STAN. Penggunaan aplikasi excel ini dimaksudkan agar para pengelola BUM Desa dapat menyusun laporan keuangan dengan cepat dengan aplikasi yang sederhana dan mudah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan karena excel telah dipakai oleh para pengelola BUM Desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gresik Drs. Abu Hassan, S.H., M.M. menyatakan “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengelola BUM Desa karena tidak hanya belajar dari sisi teoritis, tapi juga memberikan pengalaman praktek langsung penyusunan laporan keuangan sehingga para pengelola dapat langsung mengimplementasikan”. Lebih lanjut salah satu peserta kegiatan Bapak Setyo dari BUM Desa Pelem Watu mangatakan bahwa “Saya sangat berterima kasih kepada PKN STAN yang telah membantu kami. Kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan ini sangat bermanfaat, mengedukasi, dan mudah diimplementasikan termasuk bagi kami yang bukan orang akuntansi.”
Politeknik Keuangan Negara STAN menyatakan ucapacan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. “PKN STAN mengucapkan terima kasih kepada DPMD Kabupaten Gresik yang telah mengfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik, selain itu juga rasa terima kasih kami sampaikan kepada para pengelola BUM Desa yang selalu antusias mengikuti kegiatan ini baik secara offline maupun online. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua” disampaikan Bapak Akhmad Priharjanto dalam salah satu kesempatannya.
Kegiatan pedampingan seperti ini seyogyanya dapat dilakukan dengan peserta yang lebih luas sehingga para pengelola BUM Desa di seleruh Indonesia dapat dengan mudah menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai tool dalam pengambilan keputusan.