TIM PENGMAS BERSAMA MAHASISWA PKN STAN KAWAL UMKM TANGSEL
Sebuah kemestian bagi PKN STAN untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat Tangerang Selatan. Ini merupakan tanggungjawab moral bagi civitas PKN STAN yang berkedudukan di kawasan Tangerang Selatan. Bentuk tanggung jawab moral tersebut dilaksanakan dalam rangkaian pendampingan kepada sejumlah UMKM yang berdomisili di wilayah Tangerang Selatan. Lebih tepatnya di seputaran Kampus PKN STAN.
Tim terdiri dari Trisulo, Budi Susilo, Raynal Jasni, ketiganya adalah dosen tetap pada Prodi III Akuntansi yang kemudian dinamakan Tim 14. Tim mendapat tugas melakukan edukasi pencatatan keuangan UMKM menggunakan aplikasi untuk memudahkan user yang awam dengan pencatatan bisnis dan akuntansi. Sebelum dilakukan pendampingan, Tim memberikan pelatihan selama 1 hari dengan materi penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi Si APIK. Sessi pertama pembukaan, diikuti tidak kurang dari 120 UMKM di wilayah Tangerang Selatan.
Sessi kedua, dilaksanakan secara klasikal oleh Tim 14. Dalam pelatihan, Tim menjelaskan bahwa aplikasi ini hanya untuk membantu UMKM agar lebih maju lagi. “Bisnis kita akan lebih maju, ya harus dimulai dari tertib dalam mencatat transaksi.”, jelas Raynal saat menyampaikan materi pelatihan. Tim 14 mendapat kesempatan mendampingi 8 UMKM yang hampir semua usahanya berupa kuliner.
Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan secara online, yaitu dengan diskusi melalui grup WA ataupun via zoom. Tim menemukan, kendala yang dihadapi UMKM bukan semata-mata permasalahan pencatatan keuangan. Melainkan juga masalah pemasaran, yang dewasa ini banyak menggunakan teknologi digital. Selanjutnya, Tim 14 berinisiatif melibatkan beberapa mahasiswa untuk turut berkontribusi menjawab persoalan tersebut. Pelibatan mahasiswa ini memiliki beberapa maksud. Pertama, agar mahasiswa PKN STAN dengan kurikulum pendidikan berkarakter menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kampus agar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Kedua, agar UMKM tidak canggung menerima materi-materi terkait dengan pengelolaan keuangan dan akuntansi. Ketiga, mahasiswa merupakan preferensi Generasi Z lebih cekatan untuk memberikan kiat-kiat jitu terkait pemasaran produk UMKM. Keempat, pelibatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan, serta memperluas jaringan sosial mereka.
Dari 8 UMKM dalam pendampingan Tim 14, terdapat 2 UMKM yang menyatakan bersedia mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa, yaitu UMKM Kedai Family Ibu Ajeng dan warung Takoyaki Ibu Erny. Skenario aksi ditujukan pada beberapa UMKM, secara lebih khusus kepada 2 UMKM tersebut. Tim mahasiswa berbagi tugas menyiapkan beberapa rencana dan aksi. Setelah dilakukan dialog Tim 14 dengan UMKM, dan penjajagan oleh mahasiswa di lapangan, mahasiswa menyiapkan alat bantu berupa booklet sederhana aplikasi Si APIK. Tujuannya untuk memandu UMKM menjalankan aplikasi Si APIK. Mahasiswa juga memberikan bantuan promosi usaha berupa pembuatan video usaha, pembuatan sosial media Instragram, Whatsapp Business, banner, stiker, spanduk, dan buku menu.
“Saya senang sekali mahasiswa mau datang ke toko saya, membantu promosi, tata letak dagangan…”, ujar Bu Eni pemilik warung UMKM Takoyaki. “Alhamdulillah terimakasih selesai sudah kunjungan mahasiswa PKN STAN…dan terimakasih banyak ilmu dan sosialisasi bapak-bapak dosen…”, tambah bu Erni tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bu Ajeng pemilik kedai Family, “Kunjungan mahasiswa hari ini mengoptimalkan pemasaran melalui WA business…., sudah saya buat untuk menjemput bola via delivery service…”. Mahasiswa juga diapresiasi Bu Ajeng telah membuka wawasan dari sudut pandang anak muda. Tidak dapat dipungkiri, saat ini konsumen usaha kuliner memang didominasi kalangan muda. “Semoga habis ini omset semakin meningkat…”, kata bu Ajeng penuh rasa optimis.
Baik mitra UMKM maupun Tim 14 memandang kegiatan ini terlalu pendek dan dibatasi waktu. Sebab bulan Agustus, kegiatan ini harus sudah berakhir. Disamping karena jadwal pengabdian masyarakat yang dibatasi, juga para mahasiswa yang harus menempuh ujian akhir dan meninggalkan kampus PKN STAN. Api semangat untuk peduli UMKM tidak dapat dipadamkan dari Tim 14 dan mahasiswa PKN STAN!!
Tidak ada harapan tanpa semangat…!!!!