UMKM Minuman Aloevera Alya dan Rumah Bubur Manis maju bersama PKN STAN
Politeknik Keuangan Negara STAN pada tahun 2024 ini kembali dengan program-program pengembangan kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan dukungan dari Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Tangerang, PKN STAN melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Kota Tangerang.” Ruang lingkup tema kegiatan meliputi pelatihan mengenal pencatatan keuangan dan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan, dua hal yang sangat dibutuhkan oleh UMKM.
Kegiatan ini dimulai dengan pelatihan di kampus PKN STAN pada tanggal 13 Oktober 2023. Terdapat lebih dari 130 UMKM di lingkup Kota Tangerang khususnya dari Kecamatan Jatiuwung, Cibodas, Karawaci, dan Pinang yang terlibat dalam pelatihan ini. UMKM tersebut dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga terdapat 25-30 UMKM dalam tiap kelompoknya. Liputan kali ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok 2. Kelompok ini terdiri dari 27 UMKM dengan pendamping dosen-dosen PKN STAN yang mumpuni di bidang akuntansi, yaitu Bapak Agung Dinarjito, Bapak Zef Arfiansyah dan Bapak Eko Nur Surachman. Adapun bidang usaha UMKM yang terlibat di dalam kelompok ini adalah manufaktur dan perdagangan, terutama food and beverages.
Dalam pelatihan yang diaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2023, Bapak Agung dkk memberikan wawasan kepada pelaku UMKM mengenai cara menyusun laporan keuangan dengan sederhana dengan aplikasi APIK dan pentingnya laporan keuangan bagi pengembangan bisnis. Dengan laporan keuangan, pemilik UMKM dapat melakukan evaluasi terkait dengan apakah usaha telah menghitung harga pokok dengan benar dan usahanya menghasilkan keuntungan, apakah usaha telah maju dan apakah usaha memerlukan permodalan. Di dalam sesi tersebut disajikan bagaimana pelaku UMKM dapat menggunakan laporan keuangan yang ada. Setelah itu, pelaku UMKM diberikan pelatihan bagaimana menggunakan aplikasi yang tersedia gratis. Salah satunya adalah SI APIK dari Bank Indonesia. Pak Agung, Pak Zef, dan Pak Eko secara bersama-sama mendampingi pelaku UMKM untuk mencoba aplikasi SI APIK dengan menggunakan kasus-kasus yang mirip dengan yang mereka temui sehari-hari. Di akhir sesi pelatihan, para pelaku UMKM berhasil untuk membuat laporan keuangan sesuai kasus yang diberikan.
Pak Agung dan kawan-kawan juga mendampingi UMKM selama 3 bulan dalam menyusun laporan keuangan. Pak Agung dan kawan-kawan melihat bahwa aplikasi SI APIK bisa digunakan secara mudah oleh pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha perdagangan. Pak Agung, Pak Zef, dan Pak Eko mengunjungi dua UMKM yang memproduksi Minuman Lidah Buaya Alya dan Keripik Oleh-oleh Tangerang dan Bubur Manis Solo. UMKM minuman lidah buaya yang dijalankan oleh keluarga Ibu Aliyatun di Kecamatan Cibodas ini memproduksi minuman lidah buaya berbagai rasa serta keripik singkong. Pak Agung dan kawan-kawan melihat kebun lidah buaya dan proses produksi serta berdiskusi terkait kendala dalam penggunaan SI APIK. Kendala utama yang dihadapi adalah penyusunan harga pokok produksi yang benar.
Atas permasalahan ini, dari diskusi Tim dengan bu Aliyatun, dapat diuraikan penyusunan harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh Bu Aliyatun. Harga pokok produksi ini akan menjadi input penting dalam aplikasi si APIK yang akan digunakan selanjutnya oleh Bu Aliyatun.
Sedangkan di UMKM Rumah Bubur Manis yang dimiliki oleh Bu Shanty, Tim mendapatkan informasi bahwa Bu Shanty telah melakukan pencatatan harga pokok produksi dan aset produksi dengan lebih rinci dalam format google sheet. Dari informasi ini UMKM Bu Shanty sudah siap untuk menggunakan aplikasi si APIK. Hanya saja hal yang masih perlu diperbaiki adalah pencatatan masa manfaat aset yang masih sama untuk semua aset yang dimiliki, padahal seharusnya hal ini dibedakan. Tim Pak Agung akan menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan pendampingan yang dibutuhkah oleh UMKM Minuman Aloevera Alya dan Rumah Bubur Manis ini ke depan.