Kuliah Umum Kepemimpinan Inklusif Sektor Publik
PKN STAN kembali menyelenggarakan kuliah umum kepemimpinan, Senin, 25 Juli 2022. Mengambil tema "Kepemimpinan Inklusif Sektor Publik", kuliah umum kepemimpinan kali ini menghadirkan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D, sebagai narasumber, dan Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono selaku moderator. Kuliah umum dihadiri oleh Kepala BPPK, Andin Hadiyanto, jajaran direksi PKN STAN, para dosen, serta mahasiswa PKN STAN, baik secara luring maupun secara daring.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BPPK, Andin Hadiyanto. Dalam sambutannya, Kepala BPPK menyebutkan bahwa aspek-aspek kepemimpinan seperti mengarahkan, memengaruhi, dan mengayomi akan selalu relevan, namun perlu dilengkapi dengan kemampuan baru, yaitu kepemimpinan inklusif. Pada kuliah umum pagi ini, tambahnya, Bapak Wamenkeu akan memberikan insight baru tentang kepemimpinan inklusif yang akan menjadi bekal bagi para mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemimpim di masa depan.
Mengawali paparannya Wamenkeu menyebutkan bahwa kepemimpinan harus mulai dipikirkan dari hari pertama menjadi mahasiswa PKN STAN. "Anda adalah calon pemimpin. Anda yang akan menggantikan para pemimpin di masa depan", ungkapnya. Lebih lanjut disebutkan bahwa kepemimpinan itu harus dimulai dari diri sendiri. Menjadi pemimpin bagi diri sendiri, tambahnya, berarti tahu dan mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan perannya masing-masing. Terkait dengan tugas dan tanggung jawab pegawai Kementerian Keuangan, Wamenkeu menyebutkan bahwa sebagai pengelola keuangan negara, kita semua adalah pelayan publik. "Sebagai pelayan publik kita harus memiliki perspektif melayani", ungkapnya. Di Kemenkeu, kepemimpinan dapat dilihat dari nilai-nilai Kemenkeu, yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Lebih lanjut disampaikan bahwa jika kita bekerja di Kemenkeu harus siap untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pengelola keuangan negara yang memiliki berbagai dimensi. "Keuangan negara memiliki berbagai macam dimensi, kita harus siap ditugaskan di berbagai dimensi tersebut", tambahnya. Oleh karena itu, Kemenkeu menerapkan tour of duty, dimana setiap penugasan apabila dimaknai dengan baik maka akan memberikan tambahan pengalaman, meningkatkan inklusivitas, dan pada akhirnya dapat menyempurnakan pelayanan publik.
Menutup paparannya, Wamenkeu mengutip pernyataan Menteri Keuangan, bahwa setiap pegawai adalah role model dan pimpinan adalah HR Manager. Organisasi telah menyediakan alat-alatnya, seperti penghargaan, kode etik, dan sebagainya, namun esensinya dimulai dari diri kita sendiri. Kuliah umum dilanjutkan dengan dialog singkat yang dipandu oleh moderator dan tanya jawab.