Kuliah Umum Manajemen Risiko Sektor Publik: Bagaimanakah Manajemen Risiko yang Impactfull itu Diterapkan?
Dalam rangka memberikan gambaran atas praktik nyata penerapan manajemen risiko dalam suatu organisasi, PKN STAN melalui Prodi D-IV Akuntansi Sektor Publik menyelenggarakan kuliah umum Manajemen Risiko Sektor Publik, Senin 16 Januari 2023. Kuliah umum ini mengusung tema “Learn From Real Implementation of Risk Management”, dengan mengangkat isu utama “Bagaimanakah Manajemen Risiko yang Impactfull itu Diterapkan?”. Bertempat di gedung G, kegiatan ini menghadirkan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Nawal Nely, dan Kepala Satuan Kerja Audit Internal PT. Askrindo, Erwin Miftah. Kuliah umum dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa di lingkungan PKN STAN.
Dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan, Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto menyebutkan bahwa setiap organisasi, baik sektor komersial maupun sektor publik, membutuhkan manajemen risiko untuk memperbesar peluang kesuksesan. Manajemen risiko juga sudah mulai diterapkan di Kementerian Keuangan sejak tahun 2008. Oleh karena itu, materi tentang manajemen risiko juga menjadi salah satu mata kuliah di PKN STAN. Melalui kegiatan kuliah umum hari ini, Rahmadi berharap para mahasiswa memperoleh gambaran lengkap tentang praktek-praktek manajemen risiko untuk melengkapi teori-teori yang telah dipelajari di kelas.
Materi pertama kuliah umum disampaikan oleh Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Nawal Nely yang menjelaskan Gambaran Umum Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian BUMN. Mengawali paparannya, Nely menyampaikan alur inisiatif utama untuk menegakkan tata kelola yang berkelanjutan. Alur tersebut dimulai dari Transformasi Organisasi, Transformasi Pelaporan Keuangan, Transformasi Manajemen Risiko, Transformasi Pelaporan Digital, dan Menempatkan Agenda ESG kepada BOD & BOC. Lebih lanjut Nely menyebutkan bahwa manajemen risiko adalah sebuah siklus. "Risk Management is a process", ungkapnya. Ia berharap bahwa dengan adanya siklus manajemen risiko ini, organisasi dapat melakukan pencegahan risiko yang telah diantisipasi. "Kita juga berharap agar bisa dilakukan pengukuran risiko, pemantauan, dan mitigasi risiko dengan lebih mudah", pungkasnya
Materi kedua diisi dengan pemaparan dari Kepala Satuan Kerja Audit Internal PT. Askrindo, Erwin Miftah tentang Penerapan Manajemen Risiko di PT Askrindo. Erwin menjelaskan tentang model tata kelola Risiko tiga lini (three lines model) dalam melaksanakan Manajemen Risiko yang diterapkan di PT Askrindo. Menutup paparannya, Erwin mendaftar beberapa topik terkait manajemen risiko yang dapat dikaji lebih lanjut oleh para mahasiswa, seperti Risk appetite, Second line roles, Risk aggregation, Risk based annual planning (RKAP), Risk based decision making, Information system used in RM, Risk reporting, dan Risk culture.
Dalam kegiatan kuliah umum ini, peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi melalui tanya jawab pada akhir setiap sesi pemaparan yang dipandu oleh Moderator Moh. Luthfi Mahrus. Setiap sesi ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama.