Peluncuran dan Bedah Buku Biografi Profesional Sumiyati
Pengalaman yang didapat oleh seorang pegawai ketika mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya merupakan sebuah pengetahuan tersendiri yang mungkin tidak didapatkan di sekolah formal. Pengetahuan biasanya ikut hilang ketika pegawai tersebut pindah atau pensiun. Kementerian Keuangan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan mulai untuk mendokumentasikan pengetahuan tersebut dalam berbagai media, salah satunya melalui buku biografi profesional. Bertempat di Auditorium Gedung N kampus PKN STAN, BPPK meluncurkan Buku Biografi Profesional Sumiyati "Srikandi Perubahan, Inspirasi bagi Perempuan", Jumat, 10 Februari 2023. Kegiatan peluncuran buku yang dilanjutkan dengan Bedah Buku ini menghadirkan Sumiyati dan Penulis buku biografi Robert Adhi Ksp. Kegiatan ini disiarkan secara langsung dalam acara LOKeR-X melalui kanal Youtube BPPK.
Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan Buku Biografi Profesional Sumiyati "Srikandi Perubahan, Inspirasi bagi Perempuan" dari Penulis kepada Ibu Sumiyati, dan dilanjutkan dengan penyerahan buku tersebut kepada BPPK yang diwakili oleh Sekretaris BPPK, Iqbal Islami. Dalam opening speechnya, Sekretaris BPPK, Iqbal Islami menyebutkan bahwa pengetahuan para pegawai atau pejabat akibat dari pelaksanaan pekerjaan merupakan aset yang berharga dan penting untuk didokumentasikan. Oleh karena itu, lanjutnya, BPPK telah mendokumentasikan tacit knowledge para pimpinan tinggi dalam bentuk biografi profesional, salah satunya adalah buku biografi Ibu Sumiyati. Terkait buku yang diluncurkan hari ini, ia menyebutkan bahwa buku ini mendokumentasikan pengalaman karir Ibu Sumiyati selama 39 tahun mengabdi di Kementerian Keuangan, hingga mencapai puncak karir sebagai Kepala BPPK dan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. "Dalam buku ini akan dikisahkan bagaimana perjuangan Ibu Sumiyati yang lahir di suatu desa kecil di Sragen Jawa Tengah dalam menuntut ilmu, yang dalam prosesnya membentuk mindset yang digunakan selama Ibu Sumiyati bekerja dan menghadirkan legacy-nya di Kementerian Keuangan", ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku yang dipandu oleh Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto sebagai moderator. Pada kesempatan pertama, Penulis buku biografi Robert Adhi Ksp menyampaikan kesannya ketika menulis buku ini. "Yang paling saya ingat Ibu Sum pernah berkata: Jika pendidikan saya tidak dibiayai negara, saya hanyalah seorang Sumiyati penanam padi di Sragen", ungkapnya. Sebagai sosok pemimpin, Adhi menangkap bahwa sosok Ibu Sum itu adalah seorang pemimpin yang perhatian kepada anak buahnya. Kepada para mahasiswa PKN STAN yang juga hadir pada kegiatan, Adhi berpesan untuk meneladani sosok Ibu Sumiyati yang bisa 100% fokus dengan pekerjaan ketika di kantor tetapi bisa tetap memiliki keluarga yang harmonis. Selain itu, Adhi juga berharap agar para generasi muda Kementerian Keuangan untuk meneladani semangat juang Ibu Sumiyati, terutama ketika menghadapi kesulitan dan tantangan di masa muda. "Ibu Sum juga punya tekad yang keras untuk bisa maju dan berhasil. Tekadnya itulah yang membuat beliau luar biasa", ungkapnya.
Ibu Sumiyati menceritakan sedikit tentang perjalanan masa kecilnya serta kondisi keluarga yang pada akhirnya mendorong untuk belajar dan menekuni akuntansi. Semenjak sekolah menengah Ibu Sumiyati selalu mendapatkan beasiswa. "Di sinilah saya mulai semangat, oh, ternyata negara itu hadir", kenangnya Ia menyebutkan bahwa dengan adanya beasiswa ia merasa jika uang negara ini dikelola dengan benar maka dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat. Ibu Sumiyati juga menceritakan pengalamannya ketika pertama kali tinggal di Jakarta. Sebagai anak dari desa kecil, ia sering mendengar bahwa anak Jakarta itu individualis. Namun stereotype itu terpatahkan ketika bertemu dengan teman-teman mahasiswanya di STAN. Ia menyebutkan bahwa masa kuliahnya di STAN adalah masa yang inspiratif. "Ternyata mahasiswa STAN itu luar biasa ya, jiwa dan semangat kebersamaannya sangat kuat", ungkapnya. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan itulah yang paling berkesan bagi Ibu Sumiyati, terutama ketika belajar bersama sebagai satu keluarga besar. "Sejak awal kita sudah ditanamkan bahwa kita adalah satu keluarga besar, belajar bersama-sama, dan nanti akan bekerja bersama-sama, dan mungkin sampai tua akan terus bersama-sama. Oleh karena itu kita gak boleh bersaing yang gak baik dalam arti negatif, tetapi kita harus saling bekerja sama dalam arti positif untuk mengelola keuangan negara dan untuk kehidupan keluarga alumni kita", ungkapnya.
Ketika bekerja, Ibu Sumiyati memegang prinsip bahwa dimanapun ia ditempatkan, ia akan bekerja secara serius. Hingga pada saatnya ia kembali ke gedung kampus lamanya ketika ia menuntut ilmu, sebagai Kepala BPPK. Banyak hal telah dilakukan, terutama ketika menjabat sebagai Kepala BPPK dan Inspektur Jenderal di Kementerian Keuangan, seperti mengembangkan Kemenkeu Corporate University, mengubah kelembagaan STAN menjadi PKN STAN, mengawal integritas melalui pengawasan internal di Itjen, serta Pengarusutamaan Gender. Sebagai penutup, Ibu Sumiyati menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPPK dan Kementerian Keuangan yang telah mendokumentasikan sejarah perjalanan karirnya serta kepada Penulis. "Mudah-mudahan apa yang terekam dalam buku ini bisa menginspirasi generasi mendatang, bahwa sebagai perempuan kita dikaruniai oleh Yang Maha Kuasa segala sesuatunya tidak berbeda dengan laki-laki, dan itu harus kita gunakan sepenuh hati, kita gunakan dengan baik untuk juga mendarmabaktikan hidup kita tidak hanya untuk keluarga tapi juga untuk nusa dan bangsa", pungkasnya. Kegiatan bedah buku dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.