PENDAMPINGAN PEMBUKUAN UMKM KELOMPOK PANGAN ‘ANTAPANI’ DI KOTA BANDUNG
Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) merupakan unit usaha yang sedang berkembang Indonesia. Sebagian besar pelaku UMKM adalah pelaku ekonomi pada suatu daerah. UMKM dapat didirikan oleh siapa saja karena sifat UMKM merupakan unit usaha dengan manajemen yang sederhana. Karakter dari produk UMKM pun merupakan produk yang sederhana namun dapat menjadi unggulan pada daerah atau menjadi sebuah potensi di suatu daerah. UMKM mempunyai kontribusi dalam pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Salah satu kudapan yang sampai saat ini yang digemari masyarakat Indonesia adalah aneka kue kering dan jajan pasar. Para pelaku usaha pada umumnya adalah usaha mikro kecil menengah yang salah satu cirinya adalah modal kecil dan omset tidak menentu tergantung pemesanan. Perkembangan UMKM perlu didukung oleh permodalan yang memadai. Namun, UMKM mempunyai kendala dalam akses permodalan terutama dari lembaga keuangan salah satunya dikarenakan mereka tidak memiliki catatan keuangan yang memadai. Oleh karena itu, literasi keuangan dan peningkatan kompetensi pelaporan keuangan UMKM menjadi penting.
Berdasarkan wawancara awal dengan pengusaha mikro yang tergabung dalam kelompok usaha pangan, Kelompok Antapani, diperoleh informasi bahwa: 1). pencatatan dilakukan hanya terhadap aktivitas penjualan; 2). kas tidak dapat dipisahkan antara kas hasil usaha dan pribadi. Sehingga kelompok usaha pangan berharap memperoleh beberapa manfaat setelah dilakukan pendampingan terkait kegiatan pembukuan UMKM, yaitu: a). konsistensi dalam melakukan pencatatan usaha; b). pembukuan sesuai kaidah;
Guna mewujudkan harapan tersebut, PKN STAN, sebagai lembaga pendidikan tinggi di bidang pengelolaan keuangan negara, terpanggil untuk ikut membantu mengatasi masalah dimaksud. PKN STAN mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) dengan tema “Peningkatan Kapasitas Pembukuan Pengusaha Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Usaha Pangan ”Kelompok Antapani” Di Kota Bandung.”
Kegiatan pengmas ini bertujuan untuk memberikan literasi tentang pentingnya melakukan pencatatan transaksi keuangan, menjaga konsistensi pencatatan keuangan dan jika memungkinkan membuat laporan keuangan. Wujud kegiatan ini direncanakan berupa sosialisasi dan pelatihan singkat penggunaan aplikasi SI APIK dan pendampingan secara tatap muka langsung (luring) oleh Tim Dosen PKN STAN, Ibu Vissia Dewi Haptari dan Bapak Rahadi Nugroho, dalam rangka pencatatan transaksi keuangan usaha hingga jika memungkinkan terwujud laporan keuangan usaha sesuai kaidah. Pendampingan singkat ini akan dilengkapi dengan pendampingan secara on line (daring) antara tim dosen PKN STAN dengan personel mitra dalam rentang waktu tertentu. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini antara lain adalah: UMKM diharapkan dapat membuat neraca awal usaha dan konsisten dalam melakukan pencatatan transaksi.