Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Mendampingi Implementasi SDGs Desa di Provinsi Banten
Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki amanah dalam pengabdian kepada masyarakat, telah menerima tantangan berarti dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) untuk turut berperan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di desa-desa di Indonesia. Dalam upaya menjawab tantangan ini, PKN STAN telah membentuk tim pengabdi yang bekerjasama dengan instansi terkait untuk mendampingi implementasi SDGs Desa di Provinsi Banten. Proyek ini pertama kali diterapkan di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, yang berjarak sekitar 114 km dari kampus PKN STAN.
Pemilihan Desa Bandung sebagai fokus proyek implementasi SDGs Desa bukan tanpa alasan. Desa Bandung dinilai sebagai desa terbaik di Provinsi Banten dan telah sepakat untuk menjadi pilot implementasi SDGs Desa di wilayah Provinsi Banten. Yang lebih penting lagi, pemerintah desa Bandung telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi desa SDGs, sebuah komitmen yang akan memberikan landasan kuat bagi keberhasilan proyek ini.
Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu Pemerintah Desa Bandung dalam menyusun Peraturan Desa yang berbasis pada SDGs Desa, serta merumuskan Peta Jalan SDGs Desa dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) berdasarkan prinsip-prinsip SDGs Desa.
Kegiatan ini dimulai dengan tahap awal berupa sosialisasi konsep SDGs Desa kepada seluruh aparatur pemerintah Desa Bandung, yang dilakukan di Aula Kantor Desa. Setelah pemahaman konsep terbentuk, fokus selanjutnya adalah menyusun draft peta jalan SDGs Desa untuk Desa Bandung. Tim pengabdi bekerja keras dalam mengumpulkan literatur dan aspek-aspek teknis lainnya yang diperlukan untuk mendampingi penyusunan Peta Jalan SDGs Desa.
Pendekatan dalam penyusunan Peta Jalan SDGs Desa mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020. Aspek-aspek yang harus diperhatikan mencakup sasaran SDGs Desa, kondisi objektif pencapaian SDGs Desa, permasalahan dan solusi yang diperlukan untuk mencapai SDGs Desa, potensi dan sumber daya yang dapat digunakan untuk mencapai SDGs Desa, serta rancangan program dan/atau kegiatan Pembangunan Desa yang relevan.
Kegiatan pengabdian mencapai puncaknya dengan diadakannya diskusi bersama Kepala Desa dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Bandung. Diskusi dimulai dengan menilai pencapaian SDGs Desa Krandegan sebagai dasar pembanding, lalu disandingkan dengan rekomendasi yang telah disiapkan. Dengan mendasarkan pada capaian SDGs Desa dan hasil diskusi, tim pengabdi kemudian melakukan pemetaan permasalahan yang memerlukan data input SDGs Desa terkini di lapangan. Draft peta jalan yang telah disiapkan oleh tim pendamping kemudian diperiksa bersama-sama untuk menentukan penjelasan yang akan dimasukkan dalam dashboard SDGs Desa.
Pendamping telah menyiapkan spreadsheet untuk menggambarkan capaian SDGs hingga tingkat kegiatan yang mendukung pencapaian SDGs Desa. Analisis SWOT digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin mempengaruhi pencapaian SDGs Desa.
Kegiatan ini berlangsung dari tujuan pertama hingga tujuan akhir SDGs Desa. Dalam upaya mencapai beberapa target yang telah ditentukan, tim pengabdi dapat mendeteksi permasalahan yang masih perlu diatasi dalam penyusunan Peta Jalan SDGs Desa. Setelah diskusi intensif, Tim Pengmas untuk penyusunan SDGs Desa telah mendampingi pihak desa dalam merumuskan Peta Jalan SDGs Desa. Draft peta jalan ini akan menjadi landasan bagi pemerintah desa untuk melanjutkan dengan musyawarah desa, yang bertujuan untuk menetapkan Peta Jalan SDGs Desa hingga tahun 2030.
Kerja sama antara PKN STAN dan Pemerintah Desa Bandung adalah salah satu langkah konkrit dalam mencapai target SDGs, dan ini juga mencerminkan komitmen PKN STAN dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Semoga proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengimplementasikan SDGs Desa dengan sukses.
Perlu diinformasikan bahwa kegiatan pendampingan implememtasi SDGs Desa di Desa Bandung ini akan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari penyusunan Peta Jalan, RPJM Desa, RKP Desa, APBDesa, Pelalsanaan Anggaran, Pertanggungjawaban hingga desa bandung menjadi desa mandiri SDGs Desa. Direncanakan 6 semester. Ini sebagai bentuk pengabdian yang berkelanjutan dan tuntas serta dilakukan secara kolaboratif