SEMBADHA PKN STAN 2022
PKN STAN kembali menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SEMBADHA) 2022, Jumat (14/10). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh PKN STAN dan bekerja sama dengan berbagai Perguruan Tinggi di tanah air. Memasuki penyelenggaraan ke-4, SEMBADHA 2022 mengambil tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Ekosistem Digital dan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Berdaya Saing Global”.
3 narasumber dihadirkan, yaitu Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, serta Ms Annette Morgan dari Curtin University. Seminar yang dilaksanakan di gedung G komplek PKN STAN ini dihadiri oleh jajaran Direksi, para dosen, serta mahasiswa PKN STAN.
Dalam sambutan yang sekaligus membuka kegiatan, Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi digital dan juga pasar yang potensial merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku UMKM saat ini. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM adalah peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sehingga mereka dapat memanfaatkan berbagai platform digital secara bijaksana untuk memperluas usaha dan jaringan pemasaran serta meningkatkan omzet usahanya. "Pendampingan bagi UMKM perlu dilakukan oleh Dosen dan civitas academica sehingga para pelaku UMKM memahami berbagai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dalam memasuki ekosistem digital, termasuk di dalamnya penyediaan informasi tentang berbagai syarat yang diperlukan dan ketentuan teknis terkait penggunaan bantuan pemerintah," ungkapnya.
Materi pertama disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti tentang Kolaborasi Pemerintah Mendukung UMKM Ekonomi Kreatif Berdaya Saing Global. Dalam pemaparannya ia menyebutkan bahwa UMKM terbukti tangguh menghadapi krisis. Oleh karena itu, ia menyebutkan pentingnya kolaborasi antarpihak demi membantu pengembangan UMKM. "Kolaborasi antarpihak diperlukan untuk membantu pengembangan UMKM yang berdaya tahan dan mampu bersaing secara global", ungkapnya. Terkait pengembangan UMKM, Kemenkeu telah meluncurkan Kebijakan Sinergi UMKM Kemenkeu Satu, yang merupakan kegiatan pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan secara sinergi oleh seluruh unit di lingkungan Kementerian Keuangan serta dapat berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pihak lainnya.
Materi kedua disampaikan oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam dengan tema "Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Ekosistem Digital dan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Berdaya Saing Global". Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa potensi kontribusi Ekonomi kreatif di Indonesia dapat mencapai 20% terhadap ekonomi kreatif global. Untuk mencapai potensi tersebut, tambahnya, digitalisasi ekonomi kreatif menjadi hal penting. Presentasi ketiga disampaikan oleh Ms. Annette Morgan dari Curtin University yang hadir secara daring. Dalam kesempatan ini, Ms. Morgan menyampaikan materi terkait Curtin Tax Clinic.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi siang diisi oleh presentasi paralel session yang disampaikan oleh para peserta Call for Paper.