Ekonomi Desa Bangkit, BUMDESMA Banten Belajar Taat Pajak
Serang – Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi berbasis kerakyatan dan desa bukan lagi jargon. Pemerintah menaruh perhatian besar pada penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan, sejalan dengan semangat desentralisasi dan otonomi daerah. Desa kini diberi ruang lebih luas untuk mengelola sumber daya lokal demi kesejahteraan warganya.
Dalam ekosistem ini, Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) memainkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa, sekaligus membangun kolaborasi antarwilayah demi pembangunan yang berkelanjutan.
Mendukung arah kebijakan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN—yang terdiri atas dosen Benny Gunawan Ardiansyah, Budi Susilo, dan Trisulo—turun langsung ke Kabupaten Serang, Banten. Mereka mendampingi empat BUMDESMA di Kecamatan Ciruas, Jawilan, Kibin, dan Carenang untuk memperkuat kapasitas keuangan dan kepatuhan perpajakan.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa tahun lalu dan dibagi ke dalam tiga tahap. Dimulai dengan koordinasi daring via Zoom untuk mengidentifikasi persoalan utama di lapangan. Dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka untuk mendampingi proses pelaporan pajak. Terakhir, dilakukan asistensi online sebagai lanjutan bimbingan bagi BUMDESMA yang belum menuntaskan kewajiban pelaporannya, termasuk penyusunan laporan keuangan.
Pendampingan ini juga melibatkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Serang Timur. Para pegiat BUMDESMA difasilitasi untuk menyelesaikan proses pelaporan pajak—baik atas nama badan usaha maupun pribadi—dengan dukungan langsung dari petugas pajak. Antusiasme dari pelaku BUMDESMA cukup tinggi. Salah satunya datang dari Gufran, pengurus BUMDESMA, yang mengapresiasi inisiatif ini. “Terima kasih telah membimbing penyusunan laporan dan pembayaran pajak. Mudah-mudahan kami bisa lebih tertib di periode berikutnya,” ujarnya.
Tak lupa, ia menyisipkan pesan penuh semangat: “Ingat, orang bijak taat pajak!” Apa yang dilakukan para dosen PKN STAN ini barangkali tampak sederhana. Namun bagi masyarakat desa, pendampingan seperti ini punya dampak jangka panjang. Langkah-langkah kecil ini membuka jalan menuju tata kelola ekonomi desa yang sehat, transparan, dan berdaya saing.