International Community Service (ICS) 2025) di Yogyakarta, Kolaborasi Global PKN STAN
Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Kolaborasi Global
International Community Service (ICS) 2025) di Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada tanggal 19–21 Mei 2025. ICS 2025 merupakan program pengabdian masyarakat berskala internasional yang diinisiasi oleh Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas PGRI Semarang. Kegiatan ini juga melibatkan mitra dari berbagai universitas di dalam negri termasuk PKN STAN, dan mitra dari luar negri, yaitu Monash University (Australia) dan sejumlah universitas di Malaysia, Filipina, dan Uzbekistan.
ICS 2025 merupakan wadah kolaborasi global yang mengintegrasikan pendekatan akademik, budaya, dan sosial dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya asoek pemberdayaan ekonomi dan kemitraan global.
Penerapan Ilmu dan Identifikasi Solusi Lapangan
Selama kegiatan berlangsung, peserta dari berbagai negara mengikuti sesi akademik internasional bertema “SMEs in Indonesia, Malaysia, the Philippines, and Uzbekistan”. Diskusi ini membahas strategi penguatan UMKM, transformasi digital, serta tantangan kebijakan di sektor usaha kecil dan menengah di Asia.
Pada hari kedua, dosen PKN STAN, yaitu Akhmad Priharjanto, Mohammad Fachrudin, dan Nugroho Yonimurwanto bersama peserta internasional melakukan visitasi ke BUMDes Wukirsari untuk melakukan observasi langsung dan diskusi dengan pengurus desa.
BUMDes yang mengelola unit usaha seperti Warung Pojok, Pangkalan Gas, dan BUMDes Mart ini menjadi fokus kajian tim ICS untuk melakukan identifikasi masalah dalam pengelolaan BUMDes dan mencari Solusi Bersama, serta mencari peluang pengembangan ekonomi lokal.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam hal pencatatan keuangan yang belum digital, strategi promosi yang terbatas, serta pengelolaan potensi wisata desa. Sebagai bagian dari kontribusinya, dosen PKN STAN memberikan rekomendasi solusi berupa pelatihan manajemen keuangan digital sederhana, strategi promosi berbasis media sosial, serta rencana pengembangan wisata terpadu berbasis budaya lokal.
Dampak dan Pembelajaran
“Partisipasi dalam ICS 2025 memberikan kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang menjadi kompetensi PKN STAN secara langsung dan berkolaborasi internasional. Program ini dapat memperkaya perspektif pengabdian masyarakat dan memperkokoh jejaring akademik internasional,” ujar Akhmad Priharjanto, dosen PKN STAN yang menjadi peserta kegiatan. Bagi BUMDes Wukirsari dan masyarakat Wukirsari, program ini memberikan pandangan baru tentang bagaiman mengelola keuangan secara professional dan potensi digitalisasi usaha desa.
Sedangkan bagi PKN STAN, keterlibatan dalam program ICS 2025 merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi tridarma perguruan tinggi di tingkat global. “Dari Wukirsari, kolaborasi dan kepedulian melampaui batas negara — memantik inspirasi dalam membangun masyarakat desa yang berdaya dan berkelanjutan.”
- Log in to post comments