Lompat ke isi utama

KANWIL DJPB BANTEN KOLABORASI DENGAN SDGS DESA CENTER PKN STAN "Lakukan Monev Dana Desa di Kabupaten Pandeglang"

Kepala Kantor Wilayah DJPB Banten Lisbon Sirait dan tim melakukan monitoring dan evaluasi Dana Desa (DD) di Kabupaten Pandeglang dengan menggandeng SDGs Desa Center PKN STAN. Desa Bandung Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, menjadi salah satu desa yang di monev oleh Kanwil DJPB Banten. Kegiatan ini dilakuka pada tanggal 18 Desember 2025. Bertempat di Kantor Desa dan kawasan wisata desa Bukit si Nyonya.

Sudah menjadi kegiatan  rutin dari Kanwil DJPB Banten untuk melakukan Monev atas penggunaan DD. Namun kegiatan di penghujung tahun 2025 ini berbeda. Kegiatan Monev kali ini dilakukan secara kolaborasi dengan SDGS Desa Center PKN STAN. Kolaborasi kali bukan tanpa alasan, karena desa yang akan di Monev merupakan desa yang menjadi binaan PKN STAN dalam Program Pengabdian kepada masyarakat.

Desa Bandung menjadi pilihan di lakukan Monev, karena Desa Bandung merupakan desa yang syarat dengan prestasi. Hal ini selaras dengan tujuan Monev, untuk mengetahui kemanfaatan DD untuk pembangunan desa. Bagaimana tingkat pencairan DD tahun 2023 sd 2025, apakah terdapat Pendapatan Asli Desa dan mengalami peningkatan, bagaimana pengelaan DD untuk program ketahanan pangan desa dan bagaimana dukungan DD untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Bertempat di Balai Desa Bandung, Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadihardja memaparkan berbagasi capaian dari Desa Bandung atas penggunaan DD. Mulai dari perencanaan pembangunan desa telah di lakukan sesuai dengan prioritas nasional dan juga telah diselaraskan dengan pencapaian SDGs (17 Goals). Semua ini bisa dilakukan karena pembinaan dari SDGs Desa Center PKN STAN. Tiga tahun terakhir DD telah dicairkan 100% dan telah digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan, pemberdayaan di desa. Bahkan Desa Bandung, menjadi salah satu desa di Pandeglang dengan tingkat Pendapatan Asli Desa terbesar. Ratusan juta di dapatkan oleh Desa dari bagi hasil yang disampaikan oleh BUM Desa.

Pada tahun 2025, ketika ada kebijakan bahwa dana ketahanan pengan (Ketapang) disalurkan melalui BUM Desa, maka Desa Bandung telah mengalokasikan DD sebesar 20% untuk Program ketahanan pangan. BUM Desa sebagai mitra program ketahanan pangan desa, menggunakan DD untuk menyewa tanah warga dan digunakan untuk perikanan darat serta penanaman produksi pangan desa. Melalui BUM Desa maka Dana Ketahanan Pangan di Desa Bandung telah digunakan lebih optimal dan bisa memberikan kontribusi untuk Pendapatan Asli Desa.

Sedangkan untuk dukungan kepada KDMP, Desa Bandung telah mengalokasikan DD sebesar 21 Juta untuk bantuan pendirian dan permodalan KDMP. Namun hingga saat ini usaha belum bisa dijalankan dengan baik, karena kurangnya pendanaand an ketersediaan toko/gerai KDMP. Selain itu Kades Desa Bandung juga menginformasikan tentang peran kemitraan dalam pembangunan di desa Bandung. Pada saat ini kemitraan dengan Perguruab Tinggi, Pemda, Swasta, K/L, media dan berbagai pihak telah dilakukan. Manfaat dari kemitraan ini desa Bandung yang semua bukan desa apa-apa, kini telah memiliki Pokdarwis, BUM Desa dan berbagai kegiatan lain, yang benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Setelah itu dilakukan diskusi dengan para perangkat desa, BUM Desa dan Pokdarwis dengan Kakanwil DJPB Banten dan juga dengan Tim SDGS desa Center PKN STAN. Direktur BUM Desa memohon agar Kanwil dan SDGs Desa Center bisa membantu upaya untuk permodalam BUM Desa, yang pada saat ini membutuhkan pendanaan untuk pengembangan kopi dan air mineral desa. Lisbon Sirait, sebagai Kakanwil DJPB Banten mengatakan bahwa Kemenkeu memiliki BLU yang memberikan pendanaan kepada UMKM dengan bunga yang terjangkau. Untuk itu akan dibantu untuk dikomunikasikan dengan BLU dimaksud, dan semoga bisa membantu permodalan bagi BUM Desa untuk mengembangkan usaha Produksi Kopi dan Air Mineral Kemasan Desa.

Tanda Setiya perwakilan dari SDGs Desa Center PKN STAN, dalam sambutanya mengatakan bahwa PKN STAN telah 3 tahun lebih mendampingi desa Bandung, terkait SDGs Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Perpajakan, ekspor dan pelaporan keuangan BUM Desa. Ini menunjukkan bahwa Kemenkeu One melalui Kanwil DJPB dan PKN STAN benar-benar telah hadir untuk pengawalan DD agar optimal dan bermanfaat untuk pemganunan di Desa. Kedepan kolaborasi PKN STAN dan Kanwil DJPB akan lebih banyak di lakukan untuk pembangunan Desa.

Setalah acara selesai, dilanjutkan dengan kunjungan ke Lokasi Wisata Bukit si Nyonya dan berdiskusi lebih lanjut tentang potensi desa dan pengembangan desa ke depan. Beberapa hal disepakati diantaranya terkait dengan upaya melakukan publiksi dan best practice tentang hal-hal positif/baik di Desa Bandung untuk  ditularkan ke desa-desa yang lain. Harapanya dengan hal seperti ini, kedepan pengelolaan DD akan lebih baik dan akhirnya keberadaan DD bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.