Koperasi Merah Putih Jurangmangu Barat Mulai Menapak: Didampingi PKN STAN Menuju Tata Kelola yang Akuntabel
TANGERANG SELATAN – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Jurangmangu Barat kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah sebelumnya hanya mengandalkan catatan manual di buku tulis dan minim partisipasi warga, koperasi ini perlahan bertransformasi berkat pendampingan intensif dari tim pengabdian masyarakat Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN).
Berdiri secara resmi dengan AD/ART yang telah disahkan notaris dan struktur kepengurusan yang lengkap, KMP Jurangmangu Barat justru menghadapi tantangan nyata di lapangan yaitu kurang dari 30 orang menjadi anggota, padahal penduduk kelurahan mencapai hampir 40 ribu jiwa. Minimnya literasi masyarakat tentang manfaat berkoperasi, ditambah keterbatasan kapasitas pengurus dalam pengelolaan keuangan, menjadi penghambat utama pertumbuhan koperasi tersebut.
Menjawab persoalan itu, tim PKN STAN datang bukan hanya sebagai pemberi materi, tapi sebagai mitra belajar. Sejak November 2025, serangkaian kegiatan dilakukan mulai dari visitasi awal, pendampingan teknis pembukuan, hingga fasilitasi sosialisasi skala kelurahan. Salah satu terobosan utamanya adalah pengenalan sistem pencatatan keuangan sederhana berbasis Excel yang memungkinkan bendahara dan sekretaris koperasi menyusun laporan keuangan secara transparan, akurat, dan mudah dipahami, meski tanpa latar belakang akuntansi.
Namun, pendekatan teknis saja tidak cukup. Tim PKN STAN juga memfasilitasi pertemuan penting antara pengurus KMP dan Lurah Jurangmangu Barat, yang berujung pada komitmen pemerintah kelurahan untuk mendukung penuh pengembangan koperasi. Langkah strategis pun diambil yaitu mengundang 96 Ketua RT dan 15 Ketua RW untuk hadir dalam sosialisasi besar pada 12 Desember 2025.
Acara tersebut bukan sekadar rapat biasa. Hadir pula perwakilan Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan dan narasumber dari Koperasi Merah Putih Pondok Aren yang kini menjadi percontohan nasional. Cerita sukses mereka menjadi “vaksin semangat” bagi pengurus dan warga yaitu koperasi bukan hanya soal simpan pinjam, tapi wadah gotong royong ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menyalurkan sembako, bahkan mengelola layanan kesehatan.
Di penghujung acara, formulir pendaftaran anggota dibagikan, brosur disebar, dan imbauan resmi dari Lurah Jurangmangu Barat mengajak warga untuk bergabung. Responsnya pun mulai terasa: antusiasme RT/RW untuk menjadi “agen koperasi” di lingkungannya masing-masing membuka jalan bagi perluasan keanggotaan yang lebih masif.
Kini, Koperasi Merah Putih Jurangmangu Barat tak lagi hanya memiliki legalitas tapi juga fondasi tata kelola yang lebih akuntabel dan dukungan sosial yang semakin kuat. Dengan pendampingan berkelanjutan dari PKN STAN, koperasi ini perlahan menapak menjadi poros ekonomi kerakyatan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dan yang paling penting adalah kembali menghidupkan semangat “dari, oleh, dan untuk masyarakat”, jiwa sejati dari koperasi.