Lompat ke isi utama

KULIAH UMUM “Doktrin Ilmu Penilaian dan Isu Kontemporer Penilaian”

Selasa, 10 Februari 2026, Program Studi Diploma-III PBB/Penilai mengadakan kuliah umum bertajuk “Doktrin Ilmu Penilaian dan Isu Kontemporer Penilaian” bertempat di The Gade Creative Lounge, Gedung Nusantara Lantai 1 Politeknik Keuangan Negara STAN. Dihadiri dosen dan seluruh mahasiswa semester III dan V, kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber dari MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia), yaitu Bapak Harizul Akbar Nazwar dan Bapak Desmar Dam, professional di bidang penilaian properti dan bisnis di Indonesia.

Pada sesi pertama, Bapak Harizul Nazwar memaparkan terkait kerangka doktrinal dalam ilmu penilaian, yang terdiri dari empat level: Pernyataan Dasar Keilmuan, Lima Asas Fundamental, Dua Belas Postulat, hingga Aksioma dan Prinsip Penilaian. Beliau menekankan bahwa seorang penilai profesional tidak hanya menguasai metodologi, tetapi juga harus memegang teguh kode etik sebagaimana dirumuskan MAPPI, meliputi: Integritas, Objektivitas, Kompetensi, Kerahasiaan dan Perilaku Profesional karena etika menjadi instrumen utama dalam menjaga kepercayaan publik dan kredibilitas profesi penilai.

Materi kedua dipaparkan oleh Pak Desmar Dam yang membahas isu-isu kontemporer yang kini menjadi fokus perhatian para penilai di Indonesia dan global. Dunia penilaian tengah menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi. Meski menawarkan peluang besar, transformasi digital juga menuntut penilai menguasai keterampilan baru serta memahami tantangan terkait standar data dan keamanan informasi.

Selain itu, perkembangan aktivitas Merger & Acquisition (M&A) menempatkan valuasi sebagai elemen strategis dalam menentukan harga transaksi, menganalisis sinergi, hingga menilai dampaknya terhadap pemegang saham. Isu lain yang turut mendapat perhatian adalah meningkatnya kebutuhan valuasi intangible asset seperti brand, teknologi, dan hubungan pelanggan. Metode seperti Relief from Royalty dan MEEM kini menjadi standar dalam menilai aset tak berwujud yang semakin dominan dalam ekonomi modern.

Mahasiswa tampak aktif selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari contoh kasus penilaian modern hingga tantangan penilai menghadapi teknologi digital. Narasumber memberikan jawaban yang komprehensif dan memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu penilaian sesuai dengan perkembangan pasar.

Kuliah umum ini memberikan wawasan menyeluruh bagi mahasiswa mengenai peran strategis penilai dalam dunia bisnis dan pengambilan keputusan. Melalui pemahaman doktrin penilaian, penerapan etika profesional, serta kemampuan membaca isu isu kontemporer seperti digitalisasi, M&A, dan valuasi intangible asset, mahasiswa diharapkan mampu membentuk kompetensi dasar yang kokoh. Seluruh materi yang disampaikan menegaskan bahwa profesi penilai harus adaptif, berintegritas, dan selalu berkembang mengikuti dinamika ekonomi modern.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh perspektif baru mengenai tantangan dan peluang profesi penilai, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan kompetensi dalam memasuki dunia profesional pada masa mendatang.