Lompat ke isi utama

Menumbuhkan Akuntabilitas BUM Desa, PKN STAN Hadir untuk Ketahanan Pangan di Kabupaten Trenggalek

Suasana pagi itu nampak cerah, ketika narasumber dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Keuangan Negara STAN, yaitu Bapak Marsono, Bapak Siswanto, dan Bapak Suprayitno hadir di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Trenggalek. Kehadiran mereka, tepatnya pada 20 Oktober 2025, disambut hangat para pengelola BUM Desa yang telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB. Acara dibuka oleh Kepala Dinas PMD Kab. Trenggalek, yang memberikan motivasi agar peserta lebih bersemangat mempelajari akuntansi dan tergerak untuk menerapkan ilmu tersebut di unit usaha masing-masing. Sambutan penuh semangat itu menjadi energi awal bagi seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan hingga sore hari.

Pada sesi pertama, para dosen PKN STAN menyampaikan materi pengantar tentang akuntansi aset biologis. Materi ini dikaitkan dengan usaha peternakan dan perkebunan yang mendukung program ketahanan pangan desa. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, para dosen berhasil membuat akuntansi yang biasanya dianggap rumit menjadi lebih mudah dipahami. Suasana pagi pun terasa semakin bermakna dengan materi baru yang masih jarang dipelajari para pengelola BUM Desa tersebut.

Siang hari, hujan gerimis turun menambah kesejukan suasana, namun semangat peserta tetap menyala. Pada sesi kedua, mereka dibimbing melakukan simulasi pencatatan akuntansi aset biologis untuk unit usaha peternakan. Praktikum sederhana ini membuat peserta aktif mencoba langsung pencatatan transaksi. Setelah jeda shalat dhuhur dan istirahat, tepat pukul 13.00 WIB, peserta kembali melanjutkan simulasi dengan penuh konsentrasi. Gerimis di luar aula tidak menghalangi peserta untuk menyimak materi.

Memasuki sore, kegiatan berlanjut dengan diskusi interaktif mengenai permasalahan yang dihadapi pengelola BUM Desa. Pertanyaan, keluhan, dan pengalaman yang dibagikan peserta membuat suasana diskusi terasa hangat dan penuh antusiasme. Para dosen PKN STAN pun memberikan tanggapan dan solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan. Tepat pukul 15.30 WIB, kegiatan PKM ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore. Meski hujan masih turun rintik-rintik, wajah para peserta tampak cerah penuh harapan, membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk mengembangkan BUM Desa di Kabupaten Trenggalek.