Lompat ke isi utama

PKN STAN Dampingi UMKM Tangerang Selatan dalam Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Aplikasi

Politeknik Keuangan Negara STAN kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) berupa pendampingan literasi keuangan dan penyusunan laporan keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Akuntansi Sektor Publik Sarjana Terapan PKN STAN bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan.

Tim Pengmas yang terdiri dari 3 dosen dan seorang mahasiswa, melaksanakan pendampingan kepada dua UMKM mitra, yaitu Gudeg Simbok dan Rempah Sumber Rejeki. Pendampingan berlangsung sejak Juli 2025 hingga November 2025 dan difokuskan pada peningkatan literasi akuntansi serta keberanian UMKM dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan untuk menyusun laporan keuangan usaha secara sederhana dan berkelanjutan.

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional maupun daerah. Selain sebagai penyerap tenaga kerja dan penggerak ekonomi lokal, UMKM juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui perluasan basis pajak. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah rendahnya literasi keuangan dan akuntansi, khususnya dalam hal pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan yang sistematis. Kondisi ini juga ditemukan pada UMKM binaan di Kota Tangerang Selatan.

Melalui koordinasi awal dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, tim Pengmas PKN STAN melakukan pemetaan kebutuhan UMKM dan mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi mitra. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual dan tidak terstruktur, bahkan bergantung pada ingatan pemilik usaha. Selain itu, terdapat keraguan dan kekhawatiran untuk menggunakan aplikasi pencatatan keuangan karena dianggap rumit dan berisiko menimbulkan kesalahan.

Menjawab tantangan tersebut, tim Pengmas menyusun materi pendampingan yang aplikatif dan mudah dipahami. Pendampingan diawali dengan pelatihan literasi keuangan dan pengenalan akuntansi dasar, termasuk pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Selanjutnya, mitra diperkenalkan pada penggunaan aplikasi pencatatan keuangan yang disepakati bersama, sebagai alat bantu dalam mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan sederhana.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan learning by doing. Pelaku UMKM tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pencatatan transaksi riil yang terjadi dalam kegiatan usaha sehari-hari. Proses ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari pencatatan penjualan dan pengeluaran rutin hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Pendampingan dilaksanakan secara fleksibel, baik secara daring melalui WhatsApp Group maupun secara luring di lokasi usaha UMKM.

Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan sikap yang signifikan pada UMKM mitra. Pelaku usaha yang sebelumnya ragu mulai menunjukkan keberanian untuk menggunakan aplikasi pencatatan keuangan secara mandiri. Aplikasi yang semula dianggap rumit justru dirasakan membantu dalam memantau arus kas dan kinerja usaha. Laporan keuangan yang dihasilkan mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memahami kondisi usaha dan merencanakan langkah pengembangan ke depan.

“Pendampingan ini tidak hanya mengajarkan cara mencatat transaksi, tetapi juga membangun kepercayaan diri UMKM dalam mengelola keuangan usahanya secara lebih tertib dan akuntabel,” ujar Ketua Tim Pengmas. Menurutnya, penguasaan literasi akuntansi merupakan fondasi penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan dan lebih siap berinteraksi dengan sistem ekonomi formal, termasuk akses pembiayaan dan pemenuhan kewajiban perpajakan.

Dari sisi mitra, pemilik Gudeg Simbok dan Rempah Sumber Rejeki mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh PKN STAN. Mereka merasakan manfaat langsung dari pencatatan keuangan yang lebih rapi dan mudah dipahami. Pendampingan yang bersifat personal dan berkelanjutan dinilai membantu UMKM untuk berani mencoba dan konsisten menggunakan aplikasi pencatatan keuangan.

Kegiatan Pengmas ini juga memberikan manfaat timbal balik bagi civitas akademika PKN STAN. Bagi dosen dan mahasiswa yang terlibat, pendampingan UMKM menjadi sarana pembelajaran nyata untuk mengaplikasikan keilmuan akuntansi sektor publik dan literasi keuangan dalam konteks riil masyarakat. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ke depan, PKN STAN berharap model pendampingan literasi keuangan dan penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi ini dapat direplikasi pada UMKM lain, baik di Kota Tangerang Selatan maupun di daerah lain di Indonesia. Dengan meningkatnya literasi akuntansi dan tata kelola keuangan UMKM, diharapkan sektor UMKM dapat tumbuh lebih sehat, berdaya saing, dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi nasional.