Lompat ke isi utama

PKN STAN Perkuat Jejaring Global dan Tata Kelola Aset Daerah melalui Pengabdian Masyarakat Internasional dan Lecture Exchange

Bandung – Tangerang Selatan — Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi berkelas global yang berdampak langsung bagi tata kelola sektor publik daerah melalui penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertema “Driving Sustainable Public Asset Value Through Highest-and-Best-Use Analysis and Property Investment Accounting”. Kegiatan ini mencerminkan kekuatan jejaring internasional PKN STAN sekaligus kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), khususnya di BPKAD Provinsi Jawa Barat. Program pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai pendampingan komprehensif berbasis analisis Highest and Best Use (HBU) dan pemanfaatan data transaksi properti dalam penilaian aset publik. Melalui pelatihan dialogis, site visit, pendampingan teknis berbasis kasus nyata, pembelajaran lintas yurisdiksi, hingga forum akademik internasional, PKN STAN mendorong aparatur daerah beralih dari pendekatan administratif menuju manajemen aset berbasis nilai, bukti, dan kepastian hukum.

Seminar Internasional sebagai Acara Puncak
Sebagai acara puncak rangkaian kegiatan, Seminar Internasional diselenggarakan pada Rabu, 12 November 2025 di Aula Soekarno Lantai 2, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 59, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung. Seminar mengusung tema “Driving Sustainable Public Asset Value Through Highest-and-Best-Use Analysis and Property Investment Accounting” dan dibuka secara resmi oleh Direktur PKN STAN, Ibu Evy Mulyani, PhD, serta dihadiri dan diberi sambutan oleh Kepala BPKAD Provinsi Jawa Barat, Bapak Norman Nugraha, S.Si., M.M. Narasumber internal PKN STAN—Edy Riyanto, Eri Wahyudi, Dyah Purwanti, dan Akhmad Priharjanto—berbagi perspektif praktis dan akademik, dengan moderator Arif Nugrahanto dan Sopian. Perspektif global diperkuat oleh narasumber internasional Parulian Sihotang, PhD, FHEA, CMBE dari University of Dundee, Sr Rosliza binti Ramli dari INSPEN Malaysia, serta Sr Jamhamalila binti Kasim dari National Property Information Centre (NAPIC). Seminar ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang merupakan pegawai dan pejabat pengelola BMD di lingkungan Pemerintah Daerah wilayah Provinsi Jawa Barat.

Lecture Exchange: Penguatan Profesionalisme Penilai dan Pertukaran Pengetahuan Regional
Sebagai bagian integral dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat Internasional, Lecture Exchange antara PKN STAN dan INSPEN Malaysia dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi Manajemen Aset Publik PKN STAN, Bapak Rokhmat Taufiq Hidayat, dan menghadirkan Nugroho Yonimurwanto sebagai narasumber utama. Nugroho Yonimurwanto merupakan dosen PKN STAN dengan kompetensi di bidang penilaian properti dan manajemen aset. Sebelum berkiprah di dunia akademik, beliau memiliki pengalaman panjang sebagai praktisi di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN. Lecture Exchange ini diikuti oleh para penilai yang bekerja di Jabatan Penilaian dan Perkhidmatan Harta (JPPH) Malaysia serta para siswa INSPEN Malaysia. Topik yang dibahas adalah Penilaian Benda Seni Kriya, sebuah isu strategis dalam pengelolaan aset publik non-konvensional. Dalam paparannya, Nugroho menjelaskan dua pendekatan utama dalam penilaian seni kriya, yaitu pendekatan pasar (market approach) dan pendekatan biaya (cost approach). Ia juga menguraikan faktor-faktor kunci yang memengaruhi nilai wajar karya seni, antara lain kesejarahan, reputasi seniman, keindahan visual, orisinalitas, kelangkaan, serta riwayat akuisisi. Diskusi ini menegaskan bahwa penilaian aset budaya menuntut metodologi yang ketat agar nilai yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan akuntabel.

Melalui Lecture Exchange ini, PKN STAN dan INSPEN Malaysia kembali menegaskan pentingnya profesionalisme penilai, standarisasi metodologi, dan pertukaran pengetahuan antarnegara dalam menjaga keadilan serta transparansi sektor publik. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi kerja sama riset dan pelatihan lanjutan antara kedua institusi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memastikan bahwa setiap nilai budaya—baik seni, kriya, maupun cagar sejarah—diukur dengan standar profesional dan berintegritas tinggi.

Dampak Nyata bagi Daerah
Rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat Internasional, Seminar Internasional, dan Lecture Exchange ini menegaskan posisi PKN STAN sebagai knowledge partner strategis pemerintah pusat dan daerah. Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kegiatan ini memperkuat kapasitas aparatur dalam mengintegrasikan aspek hukum, finansial, pasar, dan tata kelola ke dalam analisis HBU, sehingga pemanfaatan aset daerah dapat dilakukan secara lebih optimal, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai publik.