PKN STAN dan Universitas Flores Gelar Training of Trainers Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan BUMDesa
Dalam rangka mempercepat akuntabilitas keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) bekerja sama dengan Universitas Flores menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) untuk penyusunan laporan keuangan BUMDesa berdasarkan Kepmendesa No. 136 Tahun 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 34 dosen dari Fakultas Ekonomi serta Fakultas Agribisnis dan Pertanian Universitas Flores, bersama dengan 31 perangkat BUMDesa yang terdiri dari direktur dan bendahara dari 16 BUMDesa terpilih.
ToT ini bertujuan membekali para dosen dan perangkat BUMDesa dengan kemampuan menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan regulasi terbaru. Harapannya, mereka dapat menjadi BUMDesa percontohan di wilayahnya masing-masing, sekaligus dapat mendorong terciptanya akuntabilitas yang lebih baik dalam pengelolaan BUMDesa.
Kegiatan ini dibuka pada 5 September 2024 oleh Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN, Rektor Universitas Flores, dan Ketua Yayasan Universitas Flores dan diselenggarakan secara efektif pada tanggal 6 dan 7 September 2024. Dalam kesempatan yang sama, secara simbolis juga diluncurkan Sekolah BUMDesa Universitas Flores, sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan BUMDesa di Indonesia. Dosen PKN STAN yang bertugas pada ToT ini antara lain Dr. Dyah Purwanti Ak., M.Si., Oke Wibowo S.ST., Ak., M.Ak., dan Nurhidayati S.ST., Ak., M.E.
ToT ini memperlihatkan sinergi antara PKN STAN dan Universitas Flores dalam upaya membangun kapasitas keuangan BUMDesa melalui pelatihan yang intensif. Dengan adanya pelatihan ini, para perangkat BUMDesa diharapkan dapat menyusun laporan keuangan secara tepat dan transparan, serta berkontribusi pada pengelolaan keuangan desa yang lebih baik.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus memperkuat kapasitas akademisi dan praktisi lokal untuk berperan aktif dalam pengembangan BUMDesa yang lebih akuntabel dan berdaya saing.