TIM PKN STAN LAKUKAN PENDAMPINGAN LITERASI KEUANGAN UNTUK UMKM BASO JODO DAN MABROW
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Kota Tangerang Selatan. Namun, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan keuangan, seperti perhitungan harga pokok produk dan pencatatan transaksi yang efisien. Melihat permasalahan ini, PKN STAN sebagai lembaga pendidikan tinggi di bidang keuangan, berinisiatif untuk membantu melalui program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM dengan fokus pada pendampingan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penggunaan aplikasi akuntansi digital, serta pencatatan transaksi keuangan usaha secara lebih sistematis.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada 2 (dua) UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, yaitu Baso Jodo dan MaBrow. Baso Jodo, yang menjual baso sehat dengan berbagai variasi produk, dan MaBrow yang memproduksi kue dengan produk unggulan brownies dan cheese cake premium. Pendampingan dilaksanakan dalam dua tahap utama. Pertama, memberikan literasi akuntansi dasar dan pengenalan aplikasi akuntansi untuk UMKM pada tanggal 13 dan 25 Juni 2025. Kedua, memastikan pemilik UMKM dapat menghitung HPP dan mencatat transaksi menggunakan aplikasi yang disepakati bersama, yaitu pada tanggal 27 Agustus dan 12 September 2025. Tim Pengmas PKN STAN yang terdiri dari Sriyani, Arifah Fibri Andriani, dan Irwan Aribowo memberikan pendampingan berkelanjutan selama kurang lebih 6 (enam) bulan, yang terdiri dari 2 (dua) bulan tahap persiapan, meliputi koordinasi dengan mitra, pemilihan UMKM, dan penyusunan materi, serta 4 (empat) bulan untuk tahap pelaksanaan. Pendampingan selain dilakukan secara langsung di lokasi usaha UMKM , juga dilakukan secara daring melalui WhatsApp Group (WAG).
Sebagai hasil dari kegiatan pengmas , kedua UMKM, yaitu Baso Jodo dan MaBrow, saat ini sudah mampu melakukan perhitungan HPP secara mandiri dan menggunakan aplikasi akuntansi untuk pencatatan transaksinya. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM untuk mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih akurat dan efisien, serta meningkatkan daya saing di era ekonomi digital. Program pengabdian ini juga menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal. Baso Jodo dan MaBrow pada akhir kegiatan pendampingan ini mampu menyusun laporan keuangan secara lebih baik dan mandiri. Secara keseluruhan, setelah program pengmas ini selesai, tanggapan dari UMKM Baso Jodo dan Mabrow menunjukkan respon yang sangat bagus.
Ke depan, PKN STAN berharap program ini dapat diperluas untuk lebih banyak UMKM di Indonesia, sehingga dapat mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.