Talenta Fiskal untuk Negeri: Melangkah dengan Integritas dan Inovasi
Tangerang Selatan, 5 November 2025 – Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menyelenggarakan Wisuda untuk para lulusan Program Studi Sarjana Terapan dan Diploma III Tahun Akademik 2024/2025 dengan mengangkat tema Samorastra, yang diambil dari tiga frasa Latin yaitu sangharsat yang berarti “dari perjuangan atau kerja keras”, samtosayukta yang berarti “disertai rasa syukur”, dan rastrabhaktih yang berarti “pengabdian kepada bangsa atau tanah air”.
Bertempat di Gedung Student Center Kampus PKN STAN, acara wisuda dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Plt. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Sudarto, serta jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi sekaligus pesan inspiratif bagi para wisudawan PKN STAN. Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini berdiri di atas doa, dukungan, dan pengorbanan banyak pihak, serta menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam pengabdian kepada negara, “Tugas teman-teman ke depan bukan lagi mengumpulkan SKS, tapi mengabdi. Di mana pun ditempatkan, kalian berdiri di garis depan pelayanan masyarakat,” pesannya.
Menkeu menegaskan bahwa sebagai lulusan PKN STAN, para wisudawan memikul kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjadi garda terdepan pelayanan publik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Kementerian Keuangan: Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Ia mengingatkan pentingnya bekerja dengan hati serta menjaga nama baik diri, keluarga, almamater, dan instansi. “Saya titip satu hal, catat ya jangan lupa: bekerjalah dengan hati,” ujarnya. Lebih lanjut, Purbaya mendorong para lulusan untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Tantangan ke depan semakin tidak ringan. Dunia birokrasi tidak boleh jalan di tempat. Belajar terus, cari inovasi, dan adaptasi dengan perkembangan yang ada,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya membangun literasi data, policy thinking, dan kemampuan delivery sebagai fondasi profesionalisme dalam bekerja.
Total lulusan PKN STAN pada tahun 2025 sebanyak 991 orang yang terdiri dari 271 lulusan reguler dan 720 lulusan alih program dari tiga program studi Sarjana Terapan dan enam program studi Diploma III. Rata-rata capaian IPK lulusan adalah 3,70 dengan IPK tertinggi 3,98. Para wisudawan juga memperoleh sejumlah sertifikasi keahlian selama menjalani pendidikan di PKN STAN, di antaranya sertifikasi terkait penilaian bisnis dan properti, kepabeanan, pengadaan barang/jasa, manajemen aset, bendahara pengeluaran, lelang, serta sertifikasi akuntansi yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dalam wisuda ini, dua belas orang yang mendapatkan predikat Wisudawan Teladan berdasarkan capaian kurikulum akademik dan kurikulum pembangunan karakter, diwisuda secara langsung oleh Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, dan Plt. Kepala BPPK.
Wisuda bukan hanya menandakan akhir masa studi, melainkan permulaan dari perjalanan profesional sebagai penjaga keuangan publik. Para wisudawan merupakan generasi yang mampu memadukan kecakapan teknis dengan karakter yang kuat dan selalu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Dengan bekal ilmu, sertifikasi keahlian, dan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang telah terinternalisasi, para wisudawan diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan fiskal yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Dari tekad memberikan bakti pada tanah air yang lahir dari perjuangan disertai rasa syukur yang mendalam, semangat Samorastra menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang berintegritas, memiliki kinerja profesional, inovatif, dan memberi dampak nyata bagi Indonesia.
Pada wisuda kali ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie turut menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Cognitive Governance: Merancang Birokrasi Pembelajar dan Kebijakan Keuangan Negara yang Adaptif di Era Disrupsi.” Stella Christie menyoroti pentingnya pendekatan berbasis sains dalam pengambilan keputusan kebijakan publik termasuk kemampuan berpikir analitis, literasi data, dan rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity). Dalam paparannya, Stella menjelaskan bahwa ASN akan menjadi pengambil keputusan (decision maker) yang kebijakannya berdampak langsung pada masyarakat. Karena itu, kemampuan menghitung cost and benefit secara tepat menjadi hal yang sangat penting. “Kalau anda tidak bisa menghitung cost and benefit secara tepat maka anda akan membuat keputusan yang salah. Negara kita tidak akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat,” ujarnya. Menurutnya, ASN perlu melatih cara berpikir yang lebih sistematis dan berbasis data. Selain itu, kemampuan storytelling juga menjadi kunci penting dalam menyusun dan menyampaikan kebijakan publik. “Narasi harus dibangun dengan mengambil sudut pandang (point of view) audiens yang dituju. Bagaimana kita berbicara kepada publik harus dimulai dengan visi, baru didukung dengan angka, jangan terbalik,” jelasnya.
PKN STAN sebagai center of excellence di bidang keuangan negara terus memperkuat sinergi dengan seluruh unit Eselon I Kementerian Keuangan, mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education, dan menanamkan nilai-nilai Kementerian Keuangan dalam rangka menghasilkan lulusan PKN STAN yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, namun juga menjunjung tinggi integritas.