PKN STAN BERSAMA “KRUPUK RHR”
Politeknik Keuangan Negara STAN pada tahun 2023 ini kembali dengan program-program pengembangan kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan dukungan dari Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, PKN STAN melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM.” Pelatihan dan Pendampingan? Iya benar, pada program ini terdapat dua kegiatan utama, yaitu pelatihan mengenal pencatatan keuangan dan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan.
Kegiatan ini dimulai dengan pelatihan di kampus PKN STAN pada tanggal 14 Maret 2023. Terdapat lebih dari 50 UMKM di lingkup kota Tangerang Selatan yang terlibat dalam pelatihan ini. UMKM tersebut dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil sehingga terdapat 5-10 UMKM dalam tiap kelompoknya. Liputan kali ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok 2. Kelompok ini terdiri dari 5 UMKM dengan pendamping dosen-dosen PKN STAN yang mumpuni di bidang akuntansi, yaitu Bapak Agung Dinarjito, Bapak Amrie Firmansyah dan Bapak Zef Arfiansyah. Adapun bidang usaha UMKM yang terlibat di dalam kelompok ini adalah manufaktur dan perdagangan.
Dalam pelatihan yang diaksanakan pada tanggal 14 Maret 2023, Bapak Agung dkk memberikan wawasan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya laporan keuangan bagi pengembangan bisnis. Dengan laporan keuangan, pemilik UMKM dapat melakukan evaluasi terkait dengan apakah usaha telah menghasilkan keuntungan, apakah usaha telah maju dan apakah usaha memerlukan permodalan. Di dalam sesi tersebut disajikan bagaimana pelaku UMKM dapat menggunakan laporan keuangan yang ada. Setelah itu, pelaku UMKM diberikan pelatihan bagaimana menggunakan aplikasi yang tersedia gratis di market place. Salah satunya adalah SI APIK dari Bank Indonesia. Pak Agung, Pak Amrie dan Pak Zef secara bersama-sama mendampingi pelaku UMKM untuk mencoba aplikasi SI APIK dengan menggunakan kasus-kasus yang mirip dengan yang mereka temui sehari-hari. Di akhir sesi pelatihan, para pelaku UMKM berhasil untuk membuat laporan keuangan sesuai kasus yang diberikan.
Pak Agung dan kawan-kawan juga mendampingi UMKM dalam kelompok 2 selama 5 bulan dalam menyusun laporan keuangan. Pak Agung dan kawan-kawan melihat bahwa aplikasi SI APIK bisa digunakan secara mudah oleh pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha perdagangan. Namun demikian, untuk Perusahaan manufaktur masih menghadapi kendala. Pak Agung, Pak Amrie dan Pak Zef mengunjungi salah satu UMKM yang memproduksi krupuk yang Bernama krupuk RHR. UMKM yang dijalankan oleh keluarga Ibu Ety di Jalan Babakan Pocis, Gang Mandor ini memproduksi berbagai jenis krupuk siap makan seperti krupuk jengkol, ikan tenggiri dan bawang. Pak Agung dan kawan-kawan meilihat proses produksi dan berdiskusi terkait kendala dalam penggunaan SI APIK. Kendala utama SI APIK adalah tidak tersedianya pencatatan untuk barang jadi, karena produksi krupuk RHR tidak langsung terjual begitu selesai produksi.
Atas permasalahan ini, dari diskusi Tim dengan bu Ety, ternyata bu Ety sudah membuat cadangan pencatatan dengan menggunakan aplikasi lain. Ibu Ety menyampaikan bahwa aplikasi ini membantu dalam menentukan harga jual tiap jenis produk karena harga pokoknya selalu berubah sesuai dengan harga pasar. Meskipun lebih sederhana, namun Pak Agung dan kawan-kawan melihat bahwa sistem ini mampu untuk membantu ibu Ety untuk menganalisis secara sederhana perkembangan dan strategi pengembangan usahanya. Tim Pak Agung akan menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan pendampingan yang dibutuhkah oleh UMKM Krupuk RHR ini ke depan.