Identifikasi Kendala dan Solusi dalam Pengelolaan Keuangan Koperasi Merah Putih
Tangerang Selatan – Koperasi Merah Putih (KMP) adalah program nasional yang diperkuat oleh Instruksi Presiden 9/2025. Sebagaimana dalam Pasal 2 ayat (1) Inpres tersebut, tujuan KMP adalah mempercepat swasembada pangan berkelanjutan, sedangkan dalam ayat (2) KMP berfungsi sebagai pilar pemerataan ekonomi desa/kelurahan. Kemudian dalam ayat (3) KMP diarahkan untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat salah satunya Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Salah satu lokasi KKMP PKM STAN adalah KKMP Parigi, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata PKN STAN dalam pemberdayaan masyarakat termasuk dalam memberikan asistensi pada keberhasilan program nasional tersebut.
Kegiatan awal yang dilakukan pada saat datang ke KKMP Parigi adalah melakukan identifikasi kendala dalam kegiatan awal pendirian KKMP, dilanjutkan dengan melihat operasional sehari-hari, dan diakhiri dengan pendampingan pengelolaan keuangan KKMP. Diharapkan kegiatan pendampingan ini dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan KKMP.
KKMP Parigi berlokasi di bagian depan Kantor Kelurahan Parigi yang sangat strategis yaitu di pinggir jalan raya Discovery Boulevard Kecamatan Pondok Aren. Lokasi ini memungkinkan banyak pembeli untuk datang. Ukuran gerai KKMP tidak terlalu besar namun cukup lengkap produk-produk yang dipajang. Untuk barang-barang yang dijual tidak jauh berbeda dengan toko-toko modern. Sebenarnya ada barang yang dapat dijadikan prioritas untuk dijual dengan harga kompetitif seperti penyalur gas melon 3 kg, minyak goreng bersubsidi “minyak kita”, dan kebutuhan pokok lainnya, jika KKMP memenuhi klasifikasi sebagai penyalur dalam akta pendiriannya. Oleh sebab itu perlu penyesuaian akta pendirian KKMP agar dapat dikategorikan sebagai penyalur kebutuhan pokok. Pengurus koperasi juga sudah melakukan terobosan yaitu bekerja sama dengan DKM Masjid untuk membantu menyuplai kebutuhan operasional masjid. Selain itu perlu juga kerja sama dengan pihak lain untuk memastikan kelangsungan usaha KKMP.
Koperasi sebagai bentuk usaha diharapkan dapat menghasilkan keuntungan. Selain penjualan, faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah beban usaha termasuk gaji pegawai KKMP, listrik, dan air. Dari sisi aset KKMP, selain gerai dan gudang, KKMP membutuhkan komputer, kas register, Barcode Scanner, dan printer, sebagai alat untuk kelancaran transaksi. Hal ini sangat diperlukan untuk mendukung transaksi digital dan akuntabilitas. Keberadaan aset penting tersebut harusnya merupakan aset KKMP. Saat ini transaksi sudah menerima tunai dan non tunai.
KKMP Parigi mendapat dukungan penuh dari level pimpinan yaitu Lurah Parigi dan perangkat kelurahan, tokoh masyarakat sampai dengan RT dan RW. Hal ini terlihat dari partisipasi warga dalam penyetoran dana sebagai simpanan wajib dan sukarela. Dana tersebut nantinya dibelikan persediaan barang yang akan dijual dan aset KKMP. Memang belum semua pihak berpartisipasi dalam penyetoran simpanan wajib maupun sukarela. Yang wajib diperhatikan adalah pencatatan penerimaan uang, pengeluaran uang, penyimpanan uang, bukti kepemilikan aset dan penyimpanan bukti-bukti transaksi. Selain itu juga perlunya peningkatan kompetensi penyusunan laporan keuangan sebagai sarana pertanggungjawaban pengurus koperasi.
Melalui kegiatan ini PkM PKN STAN ini diharapkan pengelolaan KKMP dapat lebih baik dan mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan koperasi secara akuntabel sehingga salah satu tujuan utama sebagai pilar pemerataan ekonomi kelurahan dapat tercapai.