Lompat ke isi utama

PKN STAN Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih Sawah Baru melalui Pendampingan Review Laporan Keuangan

Komitmen PKN STAN dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan review laporan keuangan Semester I Tahun 2026 bagi Koperasi Merah Putih (KMP) Sawah Baru, Ciputat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (26/6) ini tidak hanya berfokus pada evaluasi laporan keuangan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kebutuhan pengembangan organisasi koperasi agar mampu tumbuh sebagai lembaga yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pendampingan dilaksanakan melalui diskusi yang berlangsung di Kantor Kelurahan Sawah Baru dan dilanjutkan di Toko Koperasi Merah Putih Sawah Baru. Tim Pengabdian kepada Masyarakat PKN STAN diwakili oleh Nurhidayati, sedangkan dari pihak koperasi hadir Ketua Koperasi Merah Putih Sawah Baru, Adiansyah, didampingi pengurus koperasi, Rechtia dan Ratna. Pertemuan berlangsung secara interaktif dengan membahas kondisi terkini koperasi, berbagai tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam memperkuat tata kelola organisasi.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah melakukan review terhadap penyusunan laporan keuangan Semester I Tahun 2026. Bagi Koperasi Merah Putih Sawah Baru, penyusunan laporan keuangan secara sistematis merupakan langkah yang relatif baru. Sejak awal tahun 2026, koperasi mulai menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa PKN STAN. Upaya tersebut menjadi fondasi penting bagi koperasi dalam membangun sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota maupun pemangku kepentingan.

Dalam proses diskusi, tim PKN STAN bersama pengurus koperasi tidak hanya mengevaluasi kualitas laporan keuangan yang telah disusun, tetapi juga melakukan identifikasi kebutuhan pengembangan kelembagaan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa koperasi memerlukan sejumlah perangkat tata kelola yang dapat mendukung operasional organisasi secara lebih efektif. Salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas adalah penyusunan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai pedoman pelaksanaan ketentuan organisasi, serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) proses bisnis untuk memastikan setiap aktivitas operasional memiliki alur kerja yang jelas, terdokumentasi, dan berjalan secara konsisten.

Penyusunan ART dan SOP tersebut diharapkan dapat diselesaikan dalam jangka pendek sehingga dapat segera digunakan sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi. Keberadaan kedua dokumen tersebut diyakini akan memperkuat tata kelola internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Selain kebutuhan jangka pendek, diskusi juga mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem administrasi koperasi dalam jangka panjang. Salah satu kebutuhan yang mengemuka adalah penyusunan database buku administrasi koperasi sesuai dengan permintaan Dinas Koperasi. Pengembangan database tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pencatatan, pengarsipan, hingga penyusunan laporan administrasi sehingga pengelolaan koperasi menjadi lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, serta siap memenuhi kebutuhan pelaporan kepada instansi pembina.

Melalui kegiatan pendampingan ini, PKN STAN tidak hanya berperan sebagai mitra dalam penyusunan laporan keuangan, tetapi juga menjadi pendamping strategis dalam penguatan tata kelola kelembagaan koperasi. Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek


akuntansi, melainkan mencakup pengembangan sistem organisasi yang menjadi fondasi bagi keberlangsungan koperasi di masa depan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKN STAN dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi mitra. Sinergi yang terjalin antara PKN STAN dan Koperasi Merah Putih Sawah Baru diharapkan mampu menghasilkan tata kelola koperasi yang semakin profesional, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan organisasi, sehingga koperasi dapat terus berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.