Lompat ke isi utama

Bangkit dari Kebakaran Omah Pring: PKN STAN Dukung Penguatan Tata Kelola BUMDes Kujati Perdana

Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang terdiri dari Kuwat Slamet, Yadhy Cahyady, dan I Gede Komang CBAK bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di BUMDes Kujati Perdana, Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan pendampingan ini berfokus pada penyusunan laporan keuangan siap audit dengan target laporan keuangan tahun buku 2024 dapat diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) pada bulan November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan melalui serangkaian kunjungan, workshop teknis, serta konsultasi intensif bersama pengelola BUMDes.

BUMDes Kujati Perdana yang berdiri sejak tahun 2017 telah berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa dengan mengelola lima unit usaha utama, yaitu unit air, unit parkir, unit cafe, unit gantrangan, dan unit peminjaman. Pada pertengahan tahun 2025, BUMDes juga mulai mengembangkan unit perkebunan melon sebagai langkah strategis untuk memperluas sumber pendapatan desa. Namun, perjalanan pengelolaan usaha tidak selalu berjalan mulus. Pada bulan Oktober 2023, unit cafe “Omah Pring” yang menjadi ikon kebanggaan desa mengalami musibah kebakaran yang menyebabkan sebagian besar bangunan dan aset usaha musnah. Meski demikian, pengurus BUMDes tidak menyerah dan tetap mempertahankan unit tersebut dengan memanfaatkan sisa bangunan untuk melayani masyarakat melalui penjualan makanan dan minuman sederhana.

Dalam proses pendampingan, tim dosen PKN STAN menemukan bahwa catatan pembukuan BUMDes telah tersusun dengan cukup lengkap, namun masih memerlukan penyesuaian agar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku, khususnya untuk entitas mikro, kecil, dan menengah. Tim mendampingi proses perbaikan pencatatan transaksi, penyusunan daftar aset tetap, serta penataan persediaan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada pengelola BUMDes mengenai tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan siap untuk diaudit secara profesional.

Melalui pendampingan ini, diharapkan BUMDes Kujati Perdana dapat meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, memperkuat kepercayaan masyarakat desa, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pihak eksternal. Kegiatan Pengmas ini sekaligus menjadi wujud komitmen PKN STAN dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi desa sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi kerakyatan. Kegiatan pendampingan ini juga mendapat pemantauan langsung oleh tim dari DPMD Provinsi Jawa Timur dan DPMD Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk sinergi antarlembaga.