Lompat ke isi utama

Dorong akuntabilitas, 31 BUM Desa di Kabupaten Grobogan dibekali Penyusunan Laporan Keuangan Ketahanan Pangan

Sebanyak 31 Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dari tiga kecamatan di Kabupaten Grobogan, yakni Kecamatan Purwodadi, Brati, dan Tanggungharjo, mengikuti kegiatan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan BUM Desa untuk Ketahanan Pangan yang diselenggarakan secara daring pada 22–23 September 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, yaitu Muh Nurkhamid, Sri Murwani, dan Rahayu Kusumawati. Fokus utama pendampingan adalah memberikan pemahaman dasar-dasar akuntansi dan praktik pembukuan sederhana dengan memanfaatkan aplikasi berbasis Microsoft Excel.

Materi disusun untuk menjawab kebutuhan praktis para pengelola BUM Desa dalam menyusun laporan keuangan, khususnya terkait program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah desa. Melalui pelatihan ini, peserta diajak untuk memahami cara mencatat transaksi, menyusun laporan laba-rugi, hingga membuat neraca sederhana yang bisa diaplikasikan langsung pada unit usaha yang dikelola. Selain aspek teknis, pendampingan juga menekankan pentingnya keteraturan pembukuan sebagai dasar pengelolaan usaha yang akuntabel dan transparan. Laporan keuangan yang tertib dinilai akan membantu BUM Desa dalam melakukan evaluasi internal, mempermudah koordinasi dengan pemerintah desa, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Kegiatan ini juga menyoroti peran BUM Desa dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Melalui pengelolaan usaha yang lebih profesional, BUM Desa diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan pangan desa sekaligus memperkuat perekonomian lokal. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif mereka selama dua hari pelaksanaan. Para pengelola BUM Desa banyak mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis yang sering mereka hadapi dalam pembukuan sehari-hari, mulai dari pencatatan saldo awal, pencatatan transaksi hingga penggunaan aplikasi pembukuan secara lebih lanjut. Diskusi interaktif ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkaya pemahaman para peserta.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan baik secara daring maupun luring dengan tujuan menghasilkan laporan Keuangan BUMDes untuk tahun 2025. Dengan terselenggaranya pendampingan ini, diharapkan kapasitas pengurus BUM Desa dalam menyusun laporan keuangan semakin meningkat. Ke depan, laporan keuangan yang tertib dan akurat akan menjadi fondasi penting bagi BUM Desa di Kecamatan Purwodadi, Brati, dan Tanggungharjo untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus mendukung program ketahanan pangan desa.