Membangun Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan dari Desa: Tim Pengabdian kepada Masyarakat PKN STAN Dampingi Koperasi Merah Putih Lambangsari dalam Pengembangan Bisnis Berkelanjutan
Tangerang Selatan, 21 Juli 2025 – Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi melalui desa, Politeknik Keuangan Negara STAN mengirim tiga dosen —Taufik Raharjo, Roby Syaiful Ubed, dan Eri Wahyudi—ke Desa Lambangsari, Tambun Selatan, melalui program pengabdian masyarakat. Misi utama mereka adalah membantu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menyiapkan proposal dan membangun bisnis berkonsep keberlanjutan agar koperasi dapat mengembangkan usaha dan mengakses pendanaan kerja dari lembaga perbankan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan berdaya saing.
Lambangsari merupakan desa pemekaran seluas kira-kira 360 hektare dengan tiga dusun dan lebih dari 21 ribu penduduk, tumbuh sebagai kantong ekonomi penyangga kawasan industri timur Jakarta. Infrastruktur dasar yang memadai, pasar tradisional, dan geliat UMKM menjadikan wilayah ini salah satu dari dua desa percontohan program Koperasi Merah Putih di Jawa Barat.
Program pendampingan diawali dengan pertemuan daring untuk menjaring aspirasi dan identifikasi kebutuhan koperasi, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Juli 2025. Menurut Yulia Handayani, salah satu pengurus koperasi Desa Lambangsari, embrio KDMP telah dipersiapkan sejak Maret 2025. Koperasi tersebut sudah menjalankan beberapa tiga unit usaha, yaitu: layanan simpan-pinjam bagi anggota, toko sembako, dan agen distribusi gas LPG bersubsidi maupun nonsubsidi. Pengurus koperasi menargetkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas dan perputaran pinjaman kepada anggota, memperluas produk yang dijual di usaha sembako, dan meningkatkan kapasitas usaha LPG sebagai pemasok ke usaha pengecer di wilayah desa. “Kami berharap, segera setelah koperasi ini secara resmi di-launching oleh Pemerintah bulan Juli ini, kami sudah siap dengan konsep proposal bisnis yang matang. Oleh karena itu, pendampingan dari tim dosen PKN STAN sangat membantu kami," ujarnya.
Dari pertemuan awal tersebut, tim menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan lapangan pada tanggak 11 Juli 2025 untuk verifikasi data finansial, penggalian rencana pengembangan bisnis, dan observasi tempat usaha KDMP Desa Lambangsari. Dari kedua pertemuan tersebut, tim dosen akan melakukan pendampingan intensif sepanjang akhir Juli hingga September mengenai cara menyusun rencana usaha koperasi yang terstruktur dan berbasis potensi desa. Selain itu, tim juga akan memfasilitasi penyusunan dokumen proposal bisnis yang mencakup aspek kelembagaan, keuangan, pemasaran, serta rencanapengembangan jangka panjang koperasi, termasuk di dalamnya penerapan strategi usaha yang berkelanjutan. Konsep usaha yang berkelanjutan akan dilekatkan pada setiap elemen usaha koperasi. Dari sisi lingkungan, tim akan membantu perancangan usaha yang ramah lingkungan. Implementasi ini dapat dilakukan melalui efisiensi penggunaan listrik pada peralatan elektronik seperti AC, peningkatan sirkulasi udara, pengolahan dan daur ulang limbah usaha, penanaman pohon di sekitar tempat usaha, pengurangan penggunaan kantong plastic, dan lainnya. Pada pilar sosial, akan dilakukan pemberdayaan pekerja perempuan kepala keluarga dan program literasi keuangan bagi ratusan anggota. Sementara itu, dalam tata kelola, koperasi akan mengadopsi sistem akuntansi berbasis teknologi agar laporan keuangan transparan dan mudah diaudit.
Setelah proposal final matang dan disetujui oleh pengurus koperasi, agenda berlanjut dengan klinik bisnis triwulanan untuk memantau performa, digitalisasi transaksi melalui aplikasi, dan penelitian akademik mengenai dampak penerapan keberlanjutan terhadap akses pendanaan. Kolaborasi STAN dan KDMP diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang kompetitif, transparan, dan ramah lingkungan bagi wilayah lain di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.
Kegiatan pendampingan ini juga diharapkan dapat mendukung kesukseskan program nasional pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pembentukan koperasi desa yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Sinergi antara civitas academica PKN STAN dengan koperasi desa diharapkan menjadi katalisator pencapaian tujuan nasional tersebut.