Lompat ke isi utama

Menyalakan Semangat Transformasi dari Desa: Pendampingan BUMDesa Kabupaten Karanganyar Menuju Tata Kelola yang Transparan dan Profesional

Kamis, 26 Juni 2025, telah dilaksanakan kegiatan pendampingan secara daring terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Kab. Karanganyar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Pengmas PKN STAN, yang terdiri atas Bapak Hari Sugiyanto, Bapak Soffan Marsus, dan Bapak Deni Herdiyana. Walaupun diselenggarakan secara virtual, kegiatan ini tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi dan semangat kolaboratif yang sangat terasa.

BUMDesa sejatinya bukan sekadar entitas ekonomi semata, melainkan representasi dari semangat kemandirian dan gotong royong masyarakat desa. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan, BUMDesa diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi lokal. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kapasitas kelembagaan yang kuat, sistem tata kelola yang profesional, serta pemahaman yang memadai dalam aspek keuangan dan akuntansi.

Kegiatan ini merupakan pertemuan kedua dari rangkaian pendampingan yang dirancang secara terstruktur. Pertemuan pertama pada tanggal 26 Februari 2025 difokuskan pada proses pemetaan potensi dan kondisi aktual yang dihadapi BUMDesa Karanganyar. Setelah pertemuan pertama ini diskusi berlangsung melalui media WhatsApp per kasus dari peserta. Beberapa kasus pertanyaan peserta yang dapat langsung dijawab dan disampaikan langsung. Adapun pertanyaan lain yang memerlukan penjelasan lebih lanjut ditunda untuk disampaikan dalam pertemuan bersama-sama kembali. Jadi pertemuan kedua ini, melanjutkan rangkaian diskusi, fokus pendampingan diarahkan pada isu-isu substantif yang dihadapi oleh para pengelola dalam operasional harian. Salah satu pokok bahasan utama adalah penguatan pemahaman terhadap prinsip dasar akuntansi, yakni mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas. Peserta yang bertanya melalui whatsapp yang belum dibahas mendapat kesempatan menjelaskan kembali pertanyaannya sehingga penjelasan berguna bagi peserta lainnya.

Meskipun bahasan ini bersifat teknis, pemahaman terhadapnya merupakan fondasi penting dalam membangun sistem keuangan yang transparan dan akuntabel. Para pengelola BUMDesa diperkenalkan pada cara-cara pencatatan yang sistematis, pelaporan aset yang akurat, serta pengelolaan kewajiban dan ekuitas secara sehat dalam kerangka pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Dalam sesi tersebut, Bapak Soffan Marsus menyampaikan pesan penting bahwa untuk menjadikan BUMDesa sebagai penggerak utama perekonomian desa, maka tata kelolanya harus disusun secara profesional dan akuntabel, setara dengan entitas bisnis formal. Pernyataan tersebut memberikan perspektif baru bagi peserta bahwa BUMDesa memerlukan pengelolaan yang cermat dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai kategori aset, pentingnya inventarisasi, dan teknik pelaporan yang baik. Kemudian dibahas pula bagaimana kewajiban usaha harus diakui dan dicatat dengan tepat, serta bagaimana ekuitas mencerminkan keberhasilan pengelolaan usaha desa yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas.

Sesi pendampingan ini juga mencakup simulasi penyusunan laporan posisi keuangan. Meskipun dilakukan secara sederhana, latihan ini memberikan wawasan yang sangat berarti bagi para pengelola. Mereka menyadari pentingnya laporan keuangan sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab kepada masyarakat desa.

Selama sesi berlangsung, diskusi berkembang secara interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan serta permasalahan nyata yang mereka hadapi, seperti belum tertibnya pencatatan manual dan rendahnya literasi akuntansi. Tim Pengmas merespons setiap persoalan dengan pendekatan edukatif dan solutif, memberikan penjelasan yang aplikatif serta relevan dengan kondisi lapangan.

Menjelang akhir kegiatan, Tim Pengmas PKN STAN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan desa melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Harapannya, BUMDesa Karanganyar dapat berkembang menjadi entitas usaha desa yang mandiri, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.