Lompat ke isi utama

Pendampingan TIM Penmas PKN STAN dalam meningkatkan Literasi Keuangan UMKM Tangsel (Jasira Cake dan Ken Dimsum)

Tangerang Selatan, Desember 2025 – Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, fokus diberikan pada peningkatan literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Tangerang Selatan.

UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional, bahkan mampu bertahan dalam krisis ekonomi 1997–1998. Namun, hingga kini banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama dalam menghitung harga pokok penjualan (HPP) dan pencatatan transaksi usaha. Menyadari hal tersebut, PKN STAN bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan melaksanakan program pendampingan selama enam bulan. 

Tim Pengmas V PKN STAN yang terdiri dari Khusnaini, Iskandar, dan Agung nugroho telah melaksanakan pendampingan kepada dua mitra binaan UMKM Tangsel yaitu: Jasira Cake dan Ken Dimsum dalam peningkatan literasi keuangan, khususnya terkait dengan penghitungan harga pokok. Melalui pelatihan intensif, para pelaku usaha diperkenalkan dengan Aplikasi Recipe Cost Calculator untuk menghitung HPP secara tepat, serta Aplikasi Akuntansi UKM Randu untuk pencatatan keuangan usaha. Kegiatan dilakukan dalam bentuk tatap muka maupun daring, dilengkapi dengan praktik langsung menggunakan data riil dari usaha masing-masing.

Tahapan program meliputi identifikasi proses bisnis, pengenalan aplikasi, pendampingan praktik, hingga monitoring dan evaluasi. Hasilnya, kedua UMKM kini mampu menyusun kertas kerja perhitungan HPP serta mencatat transaksi keuangan secara mandiri. Hal ini menjadi langkah awal yang penting bagi peningkatan kapasitas usaha mereka.

Dengan capaian tersebut, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Program ini mungkin masih sederhana, namun menjadi upaya nyata untuk membantu UMKM lebih siap menghadapi tantangan pengelolaan usaha. Ke depan, pengalaman ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi UMKM lain yang ingin memperbaiki pencatatan keuangan dan perhitungan biaya produksi secara lebih terstruktur.