PENGMAS BERSAMA MAHASISWA INTERNASIONAL (Penguatan SDM Pengurus KDMP Desa Bandung Kecamatan Banjar Kab. Pandeglang)
Pengmas berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa internasional. Unit Kajian SDGs Desa Center PKN STAN terus melaksanakan pengmas dalam rangka mendukung program pemerintah salah satunya yaitu KDMP. Kali ini SDGs Desa Center dengan Tim Dosennya menggandeng mahasiswa internasional RDTL yang sedang studi di PKN STAN melaksanakan Pengmas pendampingan peningkatkan kapasitas SDM Pengurus KDMP Desa Bandung Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang Banten.
Pengmas tahun 2026 ini merupakan Pengmas ke dua untuk KDMP Desa Bandung. Pengmas lanjutan kali ini berbeda dengan pengmas sebelumnya karena melibatkan 3 mahasiswa internasional, yaitu mahasiswa dari RDTL (Timor Leste) yang sedang studi di PKN STAN. Demikian juga tiga dosen dalam pengmas ini juga berasal dari 3 Program Studi yang berbeda yaitu Prodi D3 Kebendaharaan Negara (KBN); Prodi D3 Manajemen Aset dan Prodi D IV Manajemen Keuangan Negara.
Pelaksanaan pengmas diawali dengan melakukan komunikasi secara informal untuk memetakan permasalahan yang dialami oleh KDMP Desa Bandung. Selanjutnya pada tanggal 5 Agustus 2026 dilaksanakan pendampingan lapangan di komplek wisata Bukit Sinyonya Desa Bandung. Pertemuan dilakukan di pendopo Bukit Sinyonya yang dihadiri oleh Pengurus KDKMP, Penasehat dan Pengawas KDMP. Beberapa identifikasi dari permasalahan KDMP desa Bandung yaitu :
- Evaluasi hingga semester 1 tahun 2026 belum ada bisnis/usaha yang dijalankan;
- Belum melakukan Rapat Anggota Tahunan (ART) untuk Tahun 2025;
- Jumlah anggota 21 orang (belum ada penambahan);
- Dana terkumpul dari simpanan pokok dan simpanan wajib sebesar 9 juta ada di bendahara;
- Hingga saat ini berlum ada pembangunan gerai KDMP karena tidak tersedia lahan untuk pembangunan gerai;
- Ketua KDMP telah mengajukan pengunduran diri karena kesibukan mengelola Desa Wisata Bukit Sinyonya.
Atas beberapa permasalahan tersebut, telah di berikan arahan dan upaya tindak lanjut diantaranya : 1) Segera melakukan Rapat Anggota Tahunan sesuai ketentuan yang berlaku; 2) Dana 9 juta dari simpanan pokok dan simpanan wajib, segera digunakan untuk usaha bekerjasama dengan Desa Wisata maupun BUM Desa Warga Dekat; 3) Menunggu kebijakan dari pemerintah bagaimana kelanjutan pembangunan gerai KDMP apakah dimungkinkan melakukan pengadaan tanah dengan menggunakan dana desa.
Pada saat diskusi antara pengurus KDMP, Ketua Pengmas Joko Sumantri mengharapkan program KDMP bisa segera berjalan di Desa Bandung dan berkolaborasi dengan BUM Desa dan Desa Wisata Bukit Sinyonya. Tidak harus menunggu adanya gerai KDMP, koperasi tetep bisa dijalankan agar seluruh anggota terlibat aktif dalam pelaksanaanya. Koperasi harus tumbuh dari anggota oleh anggota dan untuk anggota. Subagyo sebagai anggota tim pengmas juga menambahkan agar governance, integritas tetap dijaga oleh seluruh pengurus dalam mengelola dana dari anggota. Setiap pemasukan maupun pengeluaran harus di catat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sedangkan anggota pengmas lainya yaitu Tanda Setiya menyampaikan bahwa kalau KDMP, BUM Desa dan Desa Wisata bisa berkolaborasi maka akan berkontribusi untuk pencapaian SDGs di Desa Bandung.
Apabila 7 jenis usaha yang diarahkan oleh Pemerintah bisa dilaksanakan KDMP maka bisa berkontribusi untuk pencapaian SDGs. Perdagangan Sembako & Kebutuhan Pokok selaras untuk mendukung pencapaian (SDG 1: Tanpa Kemiskinan & SDG 2: Tanpa Kelaparan). Pengadaan Sarana Produksi & Offtaker Hasil Tani mendukuang pencapaian (SDG 2: Tanpa Kelaparan & SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Simpan Pinjam Mikro & Layanan Keuangan bisa mewujudkan (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Layanan Kesehatan & Logistik Desa merupakan upaya yang bisa mendukung pencapaian (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera & SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Tiga mahasiswa asal RDTL (Dircia Lemos Alves, Miguel Pedro da Costa Soares Sarmento dan Maria Auxiliadora Kuluma’a Soares de Jesus) yang ikut dalam program pengmas ini sangat terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Desa Bandung dalam mengelola potensi desanya sehingga bisa memberikan nilai lebih dan manfaat bagi warga desa. Mulai produks kopi puhu, ikan sinyonya, desa wisata budaya bukit sinyonya, kerajinan anyaman pandan, batik desa dan budaya asli desa Bandung. Mereka sangat mengapresiasi kegiatan ini dan ini pengalaman berharga untuk bisa di bawa ke desa mereka masing-masing di Timor Leste sebagai contoh baik dalam pengembangan desa.
Setelah pedampingan lapangan ini, diharapkan masih ada waktu untuk melakukan pengmas dalam bentuk luring maupun daring sembari melakukan evaluasi atas apa yang telah menjadi kesepakatan dalam pertemuan 5 Agutus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKN STAN untuk menghadirkan manfaat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat yang selaras dengan Program Pemerintah yaitu Koperasi Desa Merah Putih.